Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.


MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, TUGU – Pimpinan cabang aisyiyah Tugu mengadakan pengukuhan 7 Pimpinan beserta 10 Badan Pembantu Pimpinan (BPP) untuk periode muktamar ke 48 pada hari Ahad (10/09) berlokasi di SMP Muhammadiyah 9 Semarang, Jl. Lapangan Kalisasak no 9, kelurahan Mangkang Wetan, kecamatan Tugu.


Dalam acara pengukuhan tersebut turut dihadiri oleh ketua PDA kota Semarang, Aminah Kurniasih S.Pd. M.Pd., sekretaris PDA kota Semarang, Nur Fitria S.E., segenap pimpinan cabang aisyiyah Tugu beserta badan pembantu pimpinan (BPP) periode muktamar ke 48, serta utusan ranting aisyiyah se cabang Tugu beserta tamu undangan.


Sekretaris PDA kota Semarang, Nur Fitria S.E. kemudian mengukuhkan sebanyak 7 anggota pimpinan cabang aisyiyah Tugu, antara lain :

Ketua : Mustaghfiroh S.Pd.
Wakil Ketua : Hj. Masadah S.Pd.
Wakil Ketua : Akhidah
Sekretaris : Khudriyah S.Pd.
Wakil Sekretaris : Siti Muhajaroh S.Pd.
Bendahara : Imronah S.Pd.
Wakil Bendahara : Sri Nanik Widayati


Kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan 10 Badan Pembantu Pimpinan (BPP) cabang aisyiyah Tugu, antara lain :

Majelis Tabligh : Ngatiyah
Majelis PAUD Dikdasmen : Siti Khotimah
Majelis Ekonomi Ketenagakerjaan : Hj. Purwati
Majelis Kesehatan : Muntamimah
Majelis Pembinaan Kader : Jundanah
Majelis Kesejahteraan Sosial : Widiawati
Lembaga Kebudayaan : Hj. Muzaroah
Lembaga Penelitian dan Pengembangan Aisyiyah : Hj. Maslikha
Lembaga Lingkungan Hidup dan Bencana Alam : Suniati
Lembaga Pelayanan Husnul Khotimah : Nur Anisah


Ketua PDA kota Semarang, Aminah Kurniasih S.Pd. M.Pd. didalam sambutannya mengatakan bahwa Aisyiyah saat ini telah memasuki abad kedua. Permasalahan dan tantangan yang dihadapi semakin kompleks, yakni terkait permasalahan kehormatan, kebangsaan, kemanusiaan, maupun globallisasi yang memerlukan perhatian dan komitmen Aisyiyah. Selain itu, masalah yang masih tinggi ialah kemiskinan dan kesenjangan sosial. Korupsi di tengah penegakan hukum yang belum optimal, kekerasan dan konflik sosial di masyarakat, masalah kesehatan, permasalahan dalam keluarga, media sosial yang tidak mendidik. Yang sangat memprihatinkan ialah penurunan nilai spiritual dan moral. Hal ini ditunjukkan dengan sendi-sendi kehidupan keluarga. Maka seluruh program di Aisyiyah serta majelis dan lembaga muaranya adalah terwujudnya keluarga yang sakinah. Dari keluarga yang sakinah itu dapat mewujudkan perbaikan generasi.





Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara