
MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, CANDISARI – Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 2 (SMK MUDA) Kota Semarang melakukan terobosan bagus dalam rangka menyambut pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023/2024 yang pendaftarannya dibuka mulai 23 – 27 juni 2023.
Terobosan yang dilakukan SMK Muhammadiyah 2 (SMK Muda) Semarang berupa peluncuran program bea siswa bagi siswa lulusan SMP/MTs dari keluarga kurang mampu di wilayah Kecamatan Candisari Kota Semarang. Kuota disediakan 30 persen dari daya tampung 300 siswa yang ditargetkan pihak sekolah meliputi 7 Kelurahan dalam wilayah Kecamatan candisari yang meliputi kelurahan Candi, Jatingaleh, Karanganyar gunung, Wonotingal, Tegalsari, Jomblang,dan kelurahan Kaliwiru.
Kepala SMK Muhammadiyah 2 Semarang, Nur Fahmi, S.HI.M.Ag menuturkan bahwa Persyarikatan Muhammadiyah menitikberatkan amar makruf nahi munkar terutama dibidang pendidikan, karena merupakan amal usaha Muhammadiyah peduli kepada anak bangsa. Dalam program bea siswa dipilihnya Candisari karena SMK Muda posisi keberadaannya diwilayah Kecamatan Candisari yang terdiri tujuh kelurahan ini, kami melihat masih banyak anak anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang sekolah lanjutan tingkat atas, salah satunya mungkin karena faktor biaya. Oleh karena itu kami meluncurkan program bea siswa bagi anak anak kurang mampu tang prioritasnya tang bersomisili di candisari. Kami uji coba di PPDB tahun ini, memang kebanyakan siswa siswi kami kebanyakan dari candisari, lalu berikutnya dari Kecamatan Tembalang.
Harapannya, mudah mudahan program ini sukses karena ini program yang mulai, bagimanapun anak anak perlu mendapatkan pendidikan yang layak untuk bekal kedepannya, dikarenakan bea siswa yang disiapkan 30 persen dari kuota 300 siswa yang diterima di SMK Muda tentunya tidak begitu saja diterima tetap ada proses edukasi, ada wawancara juga. Mudah-mudahan awal dari gebrakan program ini di PPDB Tahun Ajaran 2023/2024 dapat mendorong bagi SMK Muhammadiyah 2 Semarang saja tetapi semua pihak terkait agar peduli terhadap pendidikan.
Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara
