
MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, MIJEN – Untuk mengoptimalkan peran Muhammadiyah dalam bidang politik, maka Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang menggelar silaturahmi kebangsaan antar sesama kader Muhammadiyah pada hari Ahad, tanggal 23 Juli 2023 bertempat di Wedangan Setapak, Mijen. Dalam kegiatan sarasehan tersebut dihadiri oleh wakil ketua PDM Kota Semarang bidang LHKP, Dr. Ahwan Fanani, wakil ketua PDM Kota Semarang bidang bidang MPM dan pengembangan UMKM, Dr. H. Amrudin Mahfud Jumai M.M., serta para kader Muhammadiyah yang berkiprah di bakal caleg (calon legislatif) dalam berbagai partai di kota Semarang.
Dalam agenda silaturahmi yang dikemas dalam dialog kebangsaan ini diharapkan dapat mencapai beberapa output, salah satunya mengenai cara pandang politik warga Muhammadiyah agar tidak terjebak dan mudah menjadi obyek untuk kepentingan politis sesaat, dikarenakan perbedaan pilihan politik sebuah keniscayaan. Dalam hal penyikapan perbedaan itu tidak harus meruntuhkan bangunan persatuan sesama kader, apalagi saling menghinakan. Politik harus dilihat secara konprehensif bukan hitungan hitam putih belaka.
Kemudian dalam hal mengimplementasikan makna, ini bisa dilakukan dengan cara menginventarisir kader politik Muhammadiyah. Baik yang ada di legislative, ekskutif, yudikatif maupun kelembagaan lainnya. Selanjutnya akan termapping peta kekuatan potensi kader yang berkiprah tersebut. Selain itu, pola bangunan komunikasi politik harus diintensifkan Sehingga hasil yang didapatkan nantinya tidak terkesan seperti pada politik dagang sapi.
Poin yang paling penting adalah mengenai langkah dalam membangun diaspora kader politik. Bahwa dalam hal ini harus jeli dan mampu memetakan sekaligus membuat rumusan yg jelas terkait dengan distribusi kader politik. Distribusi kader politik harus disepadankan dengan realita politik, kapasitas kader, kemampuan jaringan, sekaligus kesiapan finansial. DIharapkan PDM Kota Semarang nantinya dapat menyelenggarakan Halaqah Kebangsaan untuk memperkuat peran kebangsaan dan pengawalan kader Muhammadiyah di ranah politik.
Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara