Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.
Pelaksanaan musyawarah cabang Muhammadiyah Semarang Barat


MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, SEMARANG BARAT – Musyawarah cabang (Muscab) Muhammadiyah Semarang Barat berhasil dilaksanakan pada hari Rabu, 19 Juli 2023 bertempat di Hotel Siliwangi Semarang, Jl. Mgr Sugiyopranoto No.61, kelurahan Pendrikan Kidul, kecamatan Semarang Tengah. Dalam pelaksanaan musyawarah cabang tersebut dihadiri oleh segenap pimpinan cabang muhammadiyah Semarang Barat periode muktamar 47, segenap pimpinan ranting Muhammadiyah se kecamatan Semarang Barat, serta segenap pimpinan ortom (Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, IMM, dan IPM) Semarang Barat.


Dalam kegiatan musyawarah cabang Muhammadiyah Semarang Barat diawali dengan laporan pertanggungjawaban pimpinan diperiode muktamar ke 47, antara lain meliputi laporan pengembangan amal usaha, laporan pengembangan ranting, laporan pembinaan serta kegiatan sosial di cabang Muhammadiyah Semarang Barat. Kemudian dilanjutkan dengan menyusun garis-garis besar program untuk periode muktamar berikutnya, mengevaluasi kinerja organisasi dan melakukan konsolidasi, serta memilih pimpinan baru.

Proses penghitungan suara saat pelaksanaan musyawarah cabang Muhammadiyah Semarang Barat

Hasilnya telah terpilih 7 nama anggota tetap Pimpinan Cabang Muhammadiyah Semarang Barat periode muktamar ke 48 sebagai berikut :
1. Arief Istaman (38 suara)
2. Ahmad Riza (32 suara)
3. Imam Sumarno (27 suara)
4. Dundung (25 suara)
5. Bagas (21 suara)
6. Trismanto (20 suara)
7. A. Indrapraja (17 suara)


Setelah mengadakan musyawarah lanjutan, alhamdulillah telah terpilih ketua, sekretaris, bendahara PCM Semarang Barat periode muktamar ke 48, antara lain :

Ketua : Arief Istaman
Sekretaris : Trismanto
Bendahara : Dundung

Dalam sesi penutupan muscab Semarang Barat, sekretaris PDM Kota Semarang, Suparno M.S.I. mengucapkan selamat atas terpilihnya pimpinan cabang Muhammadiyah Semarang Barat untuk periode muktamar ke 48. Suparno M.S.I. juga mengatakan bahwa bermuhammadiyah In syaa Allah tidak ada susahnya tergantung bagaimana kita menyikapinya. Selain itu juga berpesan agar dalam bermuhammadiyah jangan djadikan alat untuk kepentingan tertentu, agar marwah dalam organisasi muhammadiyah dapat terjaga hingga akhir periode mendatang.




Sumber : data Panlih muscab PCM Semarang Barat
Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara