Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Dari Sekolah Tabligh ke Mimbar: Persiapan Ramadhan 2026 ala Kader Muhammadiyah Semarang

18 Januari 2026, 09:29 WIB • 2 menit baca
Peserta dan pengurus PDM Kota Semarang berfoto bersama saat penutupan Sekolah Tabligh Muhammadiyah untuk Persiapan Ramadhan 2026.
Wajah-wajah baru mubaligh muda lulusan Sekolah Tabligh PDM Semarang yang siap terjun mengisi mimbar dakwah dan menyajikan materi kultum Ramadhan terbaru di Kota Semarang.

SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Mencetak sejarah baru, Sekolah Tabligh PDM Semarang sukses membina anak muda tentang Cara Menjadi Mubaligh yang mumpuni demi menyambut Persiapan Ramadhan 2026. Mereka kini bukan lagi sekadar murid, melainkan agen perubahan yang siap terjun ke tengah masyarakat.

Lantai lima Gedung PDM Kota Semarang menjadi saksi bisu penutupan kelas intensif ini pada Sabtu (17/1/2026). Para peserta telah melewati masa belajar selama dua bulan. Sekarang, mereka memegang amanah besar untuk menyemarakkan syiar Islam di Kota Atlas.

Menerjang Arus Dakwah Milenial

Majelis Tabligh PDM Kota Semarang bergerak cepat untuk mengintegrasikan lulusan ini dengan masjid-masjid lokal. Ustadz Dr. Aang Kunaepi, M.Ag., menegaskan bahwa para kader ini akan langsung bertugas di lapangan. Langkah konkret ini menjadi bagian dari Persiapan Ramadhan 2026 agar ketersediaan dai tetap terjaga.

“Kami segera menerjunkan mereka untuk mengisi Khotbah Jumat Muhammadiyah di berbagai wilayah,” jelas Ustadz Aang dengan mantap. Iajuga menambahkan bahwa Pelatihan Dai Muda ini bertujuan melahirkan komunikator ulung. Para dai harus mampu merangkul jamaah dengan kelembutan, bukan sekadar orasi yang keras.

Menyusun Narasi yang Segar

Selanjutnya, poin penting dalam pelatihan ini adalah penguasaan konten. Para lulusan tidak hanya belajar berpidato, tetapi juga mendalami Materi Kultum Ramadhan Terbaru. Materi ini sangat relevan untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks dan digital.

Oleh karena itu, kurikulum sekolah tetap berpijak pada Himpunan Putusan Tarjih (HPT). Landasan ini sangat penting agar dakwah mereka tidak keluar dari jalur. Selain itu, mereka juga mempelajari strategi menangkal perang pemikiran atau ghazwul fikri yang sering menyasar generasi muda.

Jembatan Menuju Pengabdian Masyarakat

Sebagai dukungan penuh, PDM Semarang memberikan surat rekomendasi resmi kepada setiap peserta. Surat ini menjadi pintu masuk bagi mereka untuk melayani umat secara profesional. Melalui program ini, masyarakat akan melihat wajah-wajah baru yang lebih segar di mimbar-mimbar masjid.

Pada Persiapan Ramadhan 2026 ini di Semarang bukan hanya tentang renovasi fisik masjid. Kekuatan utama justru terletak pada kesiapan para dai dalam menyampaikan pesan damai. Semangat dari para lulusan ini memberikan harapan baru bagi masa depan dakwah yang lebih mencerahkan.

Kini, langkah-langkah muda tersebut siap melangkah keluar gedung menuju mimbar umat. Mereka membawa misi mulia: mengajak kepada kebaikan dengan cara-cara yang bijaksana dan penuh cinta.

Baca juga :

Strategi Dr. Aang Kunaepi Rebut Hati Gen Z Lewat Dakwah Digital Millenial

Lawan Konten Negatif, Muhammadiyah Standarisasi Dakwah Digital untuk Milenial

Kontributor: Imam Abu Maulana
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: