300 Peserta Padati Pembukaan Rakornas LDK Muhammadiyah 2026 di UNIMUS
SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Suasana meriah menyelimuti pembukaan Rakornas LDK Muhammadiyah 2026 di UNIMUS Semarang hari ini, Kamis (29/01/26). Sebanyak 300 peserta dari berbagai penjuru tanah air hadir untuk merumuskan Strategi Dakwah Komunitas masa depan.
Aula Gedung GKB 2 penuh sesak oleh para aktivis yang antusias mengikuti jalannya acara. Momentum ini menandai langkah besar organisasi dalam mempercepat agenda Transformasi Digital Muhammadiyah di tingkat akar rumput.
Akselerasi Dakwah Digital AI di Era Disrupsi
Awalnya, Manager PT Hanna Group, Muhammad Sandi, memberikan paparan penting mengenai adaptasi teknologi. Ia mendorong institusi pendidikan dan organisasi dakwah agar aktif mengadopsi teknologi terbaru supaya tidak tertinggal zaman.
“Harapan kami di tahun ini, terutama di Muhammadiyah, kita bisa transformasi digital dari sisi pengajaran, dakwah, hingga edukasi,” tegas Sandi di sela-sela acara pembukaan Rakornas LDK Muhammadiyah 2026.
Menurutnya, perubahan zaman menuntut semua pihak untuk menyesuaikan diri dengan cepat. Oleh sebab itu, penggunaan Dakwah Digital AI menjadi solusi jitu bagi para dai untuk menyebarkan pesan kebaikan secara masif.
Perlindungan Nyata bagi Relawan dan Kader Muhammadiyah
Setelah membahas teknologi, acara berlanjut ke sesi penyerahan jaminan melalui program BPJS Ketenagakerjaan Relawan. Penyerahan mock up santunan ini membuktikan kepedulian nyata organisasi terhadap perlindungan para pejuang dakwah di lapangan.
Selanjutnya, Staf BPJS Ketenagakerjaan, Ridwan, menjelaskan mekanisme perlindungan tersebut secara detail. Ia memastikan bahwa setiap penggerak komunitas Muhammadiyah kini mendapatkan perlindungan penuh dari berbagai risiko kerja.
“Pemberian santunan ini merupakan wujud nyata komitmen kami untuk melindungi para relawan,” ujar Ridwan. Ia ingin para dai merasa aman saat menjalankan tugas mulia mereka di tengah masyarakat.
Secara khusus, panitia memberikan santunan kepada keluarga almarhum Agus Pramono dan Nur Utami dari PCM Mijen. Selain itu, lima personel Kokam juga menerima penghargaan dan jaminan perlindungan atas dedikasi luar biasa mereka.
Sesi akhir pembukaan , mahasiswi UNIMUS Semarang menyuguhkan Tari Denok Semarangan yang memukau para tamu. Penampilan ini menegaskan bahwa Rakornas LDK Muhammadiyah 2026 sukses menyinergikan kecanggihan teknologi dengan kekayaan budaya lokal.
Baca juga :
Dakwah Inklusif Jadi Napas Baru Rakornas Dakwah Komunitas di Semarang