Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Insan Dakwah Award 2026: Penghargaan Tertinggi bagi Pejuang Dakwah Inklusif

30 Januari 2026, 08:45 WIB 4 menit baca
Muchammad Arifin memberikan keterangan mengenai peran dai inspiratif dalam Insan Dakwah Award 2026 pada acara Rakornas LDK Muhammadiyah di Semarang.
Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah, Muchammad Arifin, menjelaskan pentingnya pemberdayaan masyarakat marginal dalam ajang Insan Dakwah Award 2026 di UNIMUS, Semarang, Kamis (29/01/2026).

SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Perhelatan Insan Dakwah Award 2026 resmi memberikan apresiasi kepada sosok dai inspiratif yang bekerja dalam senyap. Fokus pada pemberdayaan masyarakat marginal, penghargaan ini membuktikan bahwa kasih sayang Islam menyentuh semua lapisan tanpa sekat.

Aula Gedung GKB 2 Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menjadi saksi momen haru tersebut pada Kamis (29/01/2026). Para peserta Rakornas menyambut hangat para pejuang kemanusiaan saat mereka naik ke atas panggung. Mereka menerima penghargaan langsung dari Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Muhammadiyah.

Para penerima penghargaan ini bukanlah sosok yang terbiasa dengan kemewahan podium formal. Sebaliknya, mereka adalah penggerak dakwah komunitas Muhammadiyah yang setia menyapa warga di kolong jembatan hingga daerah 3T. Ketulusan mereka menjadi napas utama dalam menggerakkan roda organisasi di akar rumput.

Menyentuh Sisi Kelam dengan Ketulusan

Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchammad Arifin, menyebut bahwa Insan Dakwah Award 2026 merupakan bentuk penghormatan bagi dedikasi yang sunyi. Ia memuji para dai yang meluangkan waktu tanpa mengharap pamrih untuk melayani umat. Menurutnya, keberanian mereka masuk ke wilayah marginal adalah prestasi yang luar biasa.

“Kami memberikan penghargaan kepada mereka yang betul-betul berdakwah tanpa tendensi. Para penggerak ini mencari sendiri sasaran yang pas di kelas marginal agar pesan kebaikan tersampaikan,” ujar Arifin dengan bangga.

Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Muhammadiyah mencatat gerakan ini telah memayungi sedikitnya 42.000 jamaah di seluruh Indonesia. Gerakan dakwah inklusif tersebut menyentuh anak jalanan, anak punk, eks PSK, hingga warga binaan di berbagai Lapas. Capaian di 900 titik binaan ini membuktikan bahwa Muhammadiyah hadir untuk semua.

Jawa Tengah Jadi Barometer Nasional

Dr. KH. Tafsir, M.Ag sebagai penerima Insan Dakwah Award 2026 kategori Tokoh Penggerak Dakwah di UNIMUS Semarang.
Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag, saat memberikan tanggapan atas penobatan LDK PWM Jawa Tengah Terbaik se-Indonesia.

Dalam ajang ini, LDK PP Muhammadiyah membagi penghargaan ke dalam berbagai kategori strategis. Nama LDK PWM Jawa Tengah Terbaik resmi menjadi salah satu peraih predikat terbaik nasional. Prestasi serupa juga diraih oleh wilayah Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan DI Yogyakarta.

Selain lembaga, penghargaan juga menyasar individu hebat seperti dr. Zuhrotul Mar’ah yang membina eks PSK. Ada pula kategori Dai Inspiratif Nasional yang jatuh kepada tokoh publik seperti Ustadzah Oki Setiana Dewi hingga H. Rhoma Irama. Kehadiran para tokoh ini memperkuat gaung dakwah di level nasional.

Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag, turut menerima penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Dakwah. Tafsir menyatakan bahwa LDK PP Muhammadiyah merupakan pihak yang paling berhak menilai raihan tersebut. Ia merasa tidak mungkin menilai dirinya sendiri karena yang menilai adalah pihak lain.

Tafsir menyampaikan terima kasih atas apresiasi tersebut dan menganggapnya sebagai energi tambahan untuk terus bergerak. “Bagi saya, ini menjadi tambahan semangat untuk menginspirasi bahwa dakwah dapat dilakukan oleh siapa pun,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa dakwah merupakan panggilan hati dan kewajiban setiap muslim.

Sinergi Kolektif Menembus Batas Dakwah

Keberhasilan gerakan ini juga bergantung pada peran kolaborator yang memperkuat pilar pemberdayaan masyarakat marginal. Kategori kolaborator memberikan penghargaan kepada Lazismu, Baitul Maal Muamalat, MPKU, Majelis Dikti Litbang, BAZNAS RI, hingga Ahmad Azhar Combo. Selain itu, panggung kehormatan memberikan Life Time Achievement kepada Prof. Dr. Din Syamsuddin.

Semangat dakwah yang luas ini semakin berwarna berkat komunitas kreatif seperti Bikers Muhammadiyah dan Forum Dai Digital. Nama-nama seperti Muhammad Iqbal Rahman sebagai pelopor dai muda serta Ananto Isworo hingga Abdul Qodir Lenamah memperpanjang daftar pejuang lapangan. Mereka membuktikan bahwa inovasi adalah kunci dakwah di masa kini.

Selanjutnya, perhatian khusus juga mengalir kepada pendamping mualaf dari LDK PDM Kulon Progo dan PDM Kepulauan Mentawai. Meski beberapa tokoh tidak hadir secara fisik, karya nyata mereka tetap terasa kuat dalam ajang Insan Dakwah Award 2026. Sinergi kolektif ini membuktikan bahwa dakwah inklusif adalah kerja besar yang membutuhkan ketulusan bersama.

Baca juga :

Strategi Abad Kedua: Dakwah Komunitas Muhammadiyah Sasar Daerah 3T dan Kaum Marginal

300 Peserta Padati Pembukaan Rakornas LDK Muhammadiyah 2026 di UNIMUS

Tokoh Nasional dan Para Menteri Siap Hadiri Rakornas LDK Muhammadiyah di Semarang, Sinergikan Dakwah Inklusif

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: