Sambut Persiapan Ramadan 2026, Pendidikan Karakter Siswa Ini Jadi Inspirasi
SEMARANG TENGAH, muhammadiyahsemarangkota.org – Sebagai bagian dari Persiapan Ramadan 2026, SD Muhammadiyah 12 Semarang mengajak muridnya menyelami makna kepedulian melalui program Pendidikan Karakter Siswa berbasis filantropi. Sekolah ini tidak hanya fokus pada teori di kelas, tetapi juga langsung mempraktikkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bagi warga sekolah untuk mempertebal rasa empati. Melalui pembagian puluhan paket sembako pada Jumat (6/2/2026), mereka membuktikan bahwa berbagi adalah bagian penting dari kurikulum kehidupan.
Langkah nyata ini berakar kuat pada Spirit Al-Maun yang menjadi napas perjuangan KH Ahmad Dahlan. Sekolah ingin setiap anak didik memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap kondisi tetangga dan teman di sekeliling mereka.
Membangun Empati Melalui Sedekah Produktif
Aksi Sosial Sekolah yang berlangsung rutin setiap bulan ini menyasar 25 penerima manfaat. Paket-paket tersebut berisi bahan pokok yang berasal dari akumulasi Infaq dan Shadaqah seluruh keluarga besar sekolah.
Kemandirian dana menjadi kunci utama keberlanjutan program ini. Seluruh anggaran murni lahir dari kantong siswa, guru, hingga orang tua yang sangat mendukung konsep Sedekah Produktif.
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 12 Semarang, M. Burhan Khaerudin, S.Pd., menegaskan bahwa sekolah memprioritaskan kecerdasan sosial. Ia percaya bahwa akhlak mulia merupakan fondasi utama dalam Pendidikan Karakter Siswa.
“Kami ingin anak-anak memiliki kecerdasan sosial, bukan hanya cerdas secara akademik saja,” ujar Burhan dengan penuh keyakinan. Ia menambahkan bahwa Spirit Al-Maun harus tetap hidup dan berdenyut di lingkungan sekolah.
Sinergi Komunitas dan Keberkahan Sekolah
Selain memberikan manfaat langsung, kegiatan ini secara otomatis mempererat sinergi komunitas. Wali murid merasa memiliki andil besar dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang religius dan peduli.
Melalui konsistensi ini, pihak sekolah juga memohon keberkahan dalam setiap proses belajar mengajar. Mereka berharap langkah kecil ini mampu mencetak generasi yang gemar menolong sesama di masa depan.
Pesan moral dari aksi ini sangat mendalam, yakni kebaikan tidak harus menunggu kaya. Dengan memulai dari hal kecil, kita sedang menanam benih perubahan yang luar biasa bagi lingkungan sekitar.
Baca juga :
Persiapan Menyambut Ramadhan: Meraih Ampunan dan Keutamaan Bakti
Persiapan Puasa Ramadhan 2026: Cara Melatih Anak Tanpa Paksaan!