Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Ideologi ‘Aisyiyah: Kompas Perempuan Berkemajuan Hadapi Transformasi Sosial

10 Februari 2026, 13:31 WIB 3 menit baca
Ideologi ‘Aisyiyah: Kompas Perempuan Berkemajuan Hadapi Transformasi Sosial
Screenshot

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.orgPerempuan Berkemajuan wajib menjadikan Ideologi ‘Aisyiyah sebagai navigasi utama dan filter budaya untuk menghadapi derasnya arus transformasi sosial di era digital. Penegasan ini menjadi poin sentral dalam materi Prof. Dr. Listyaning Sumardiyani, M. Hum. pada Rakerpimda II Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Semarang. Acara tersebut berlangsung pada (7-8/02/26) di Griya Ayem Tentrem, Kabupaten Semarang.  

Meneguhkan Jati Diri di Era Digital

Dalam paparannya, Prof. Listyaning selaku Wakil Ketua PDA yang membidangi Majelis Pendidikan Kader (MPK) dan LPPA menjelaskan risiko gerakan tanpa akar ideologi yang kuat. 

Menurutnya, transformasi sosial menuntut kader untuk mampu menguasai strategi dakwah digital agar tetap relevan. Hal ini mencakup digitalisasi administrasi hingga inovasi ekonomi digital guna menjawab kebutuhan masyarakat luas secara kolektif.  

Ia memandang penguatan ideologi sebagai harga mati untuk menjaga keutuhan gerakan dari ancaman polarisasi sosial. “Mari jadikan ‘Aisyiyah bukan hanya kuat secara struktural, tetapi kokoh secara ideologis dan transformatif secara sosial,” tegas Prof. Listyaning. Melalui langkah ini, peran perempuan dalam membangun peradaban akan tetap selaras dengan manhaj tarjih Muhammadiyah namun tetap adaptif.  

Implementasi Program dan Strategi Kolaborasi

Selanjutnya, pakar pendidikan ini merinci bahwa Perempuan Berkemajuan harus mampu menerjemahkan nilai-nilai organisasi ke dalam program nyata yang kolaboratif. 

Ia menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam setiap gerak Majelis dan Lembaga. Strategi ini bertujuan agar dakwah ‘Aisyiyah tidak hanya berhenti pada narasi, tetapi menyentuh persoalan riil umat di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.  

“Jangan sampai ideologi hanya menjadi simbol, melainkan harus kita praktikkan dalam bentuk program nyata,” tambahnya. Ia mengingatkan bahwa konsistensi budaya ideologis merupakan tanggung jawab setiap pimpinan untuk membangun nilai organisasi yang kuat di tengah budaya instan yang saat ini mendominasi ruang publik.  

Apresiasi dan Dukungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah

Langkah strategis tersebut mendapat dukungan penuh dari Ketua PDM Kota Semarang, Dr. KH. Fachrur Rozi, M.Ag. Saat membuka acara, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada para peserta yang rela menempuh perjalanan jauh ke lokasi rapat. “Semangat juang para pimpinan adalah modal utama untuk memajukan organisasi,” tutur Kyai Fachrur Rozi.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PDA Kota Semarang, Aminah Kurniasih, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa hasil Rakerpimda II ini akan segera terlaksana melalui sinergi yang kuat. 

Ia berkomitmen agar visi Perempuan Berkemajuan ini terimplementasi hingga ke akar rumput melalui kerja sama antar majelis. “Program yang sudah kita susun harus segera berjalan lancar,” ujar Aminah.

Baca juga :

Ideologi Muhammadiyah sebagai Pelabuhan Terbuka

Ideologi sebagai ‘Bahan Bakar’: Kunci PDM Semarang Mengokohkan Pimpinan Cabang Ranting

Kontributor: Tim Media PDA Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: