Parenting Islami: Ubah Puasa Jadi Madrasah Karakter Anak
SEMARANG TENGAH, muhammadiyahsemarangkota.org – Melalui Kegiatan IKWAM SD Muhammadiyah 12 Semarang, orang tua kini belajar bahwa parenting Islami adalah kunci utama dalam memaksimalkan pendidikan karakter anak di bulan puasa. Agenda rutin Ikatan Wali Murid (IKWAM) ini pun sukses mengubah aula sekolah menjadi ruang diskusi yang hangat dan penuh inspirasi.
Suasana khidmat terasa sejak awal acara. Penampilan grup Hadroh El Mudas yang membawakan selawat-selawat pilihan segera menyejukkan hati para hadirin. Selain itu, para siswa SD Muhammadiyah 12 Semarang tampil percaya diri sebagai MC hingga pembaca Al-Qur’an, yang menjadi bukti nyata keberhasilan sekolah dalam membina mental mereka.
Pentingnya Sinergi Orang Tua dan Sekolah
Kepala SD Muhammadiyah 12 Semarang, Ustaz M. Burhan Khaerudin, S.Pd., menegaskan bahwa pendidikan moral anak memerlukan kerja sama yang erat. Ia mengajak orang tua untuk menjadikan bulan suci ini sebagai jembatan komunikasi yang lebih kuat antara rumah dan sekolah.
“Pendidikan karakter anak akan mencapai titik maksimal jika lingkungan sekolah dan rumah berjalan selaras. Oleh karena itu, sinergi orang tua dan sekolah sangat penting agar kita tetap guyub rukun demi masa depan anak-anak,” ujar Ustaz Burhan dalam sambutannya.
Lima Pilar Cara Membentuk Generasi Rabbani
Ustaz Kholid Winandar, S.Ag., hadir memberikan tausyiah mendalam mengenai parenting Islami di bulan Ramadhan. Ia membedah alasan mengapa puasa merupakan “madrasah” terbaik bagi jiwa manusia. Menurutnya, setidaknya ada lima pilar utama yang bisa orang tua ajarkan kepada anak.
Pertama, puasa melatih keikhlasan karena ibadah ini bersifat rahasia. Kedua, momen ini memberikan tips mendidik anak jujur dan disiplin melalui jadwal sahur dan buka yang presisi. Ketiga, rasa lapar melatih empati sosial anak. Keempat, anak belajar menjaga lisan dari ucapan sia-sia. Terakhir, Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk mendekatkan anak dengan Al-Qur’an.
Membangun Memori Positif di Bulan Suci
Sebagai penutup, keceriaan pecah saat sekolah membagikan berbagai doorprize menarik bagi wali murid. Langkah sederhana ini bertujuan menciptakan kenangan manis bagi orang tua sehingga mereka lebih bersemangat dalam mendampingi buah hati di sisa bulan suci.
Pada akhirnya, cara membentuk generasi Rabbani bukan hanya tentang mengajarkan aturan yang kaku. Hal ini adalah tentang memberikan keteladanan yang konsisten dan kasih sayang yang tulus. Melalui pola asuh yang tepat, karakter disiplin dan kejujuran akan tetap melekat kuat dalam diri setiap anak meski Ramadhan telah berlalu.
Baca juga :
Serunya Market Day SD Muhammadiyah 12 Semarang: Cetak Saudagar Cilik!
Tanamkan Pendidikan Karakter, Siswa SD Muhammadiyah 12 Semarang ‘Jelajahi’ Tata Surya