Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Syafaat Puasa dan Al-Qur’an: Dua ‘Pembela’ yang Siap Menolong Kita

18 Februari 2026, 22:31 WIB 2 menit baca
Syafaat Puasa dan Al-Qur’an: Dua ‘Pembela’ yang Siap Menolong Kita
Screenshot

NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Jangan biarkan Ramadan berlalu hambar. Prof. Ahwan Fanani mengungkapkan rahasia Syafaat Puasa dan Al-Qur’an yang akan menjadi penolong setia saat tak ada lagi tangan yang mampu mengulurkan bantuan. Pesan menyentuh ini Ia sampaikan langsung dalam suasana syahdu di Masjid At-Taqwa Ngaliyan Wates, Rabu (18/02/26).

Keajaiban Dua Penolong Setia

Sosok akademisi ini menjelaskan bahwa banyak orang hanya mengharapkan syafaat dari Baginda Nabi Muhammad SAW saja. Padahal, ibadah yang kita kerjakan dengan penuh keikhlasan ternyata memiliki kemampuan serupa untuk membela kita di pengadilan akhirat.

Prof. Ahwan menekankan bahwa inilah inti dari Keutamaan Puasa Ramadan yang sering kali terlupakan oleh jemaah.Melalui Hadis Syafaat Al-Qur’an riwayat Imam Hakim, Ia menggambarkan bagaimana amalan tersebut “berbicara” di hadapan Allah. Puasa akan memohon izin untuk membela mereka yang rela menahan lapar dan syahwat di siang hari.

Sementara itu, Al-Qur’an akan bersaksi bagi mereka yang rela mengurangi waktu tidurnya demi membaca ayat-ayat suci. Maka, Syafaat Puasa dan Al-Qur’an menjadi kekuatan ganda yang siap menarik hamba-Nya menuju pintu surga.

Mengubah Lelah Menjadi Amalan Pembela

Dalam momen Kultum Ramadan Masjid At-Taqwa tersebut, sang Profesor juga mengajak jemaah untuk mengubah sudut pandang. Ia menyarankan agar kita tidak sekadar menjadi penonton yang didatangi bulan suci, melainkan menjadi subjek yang sengaja melangkah masuk ke dalamnya.

Dengan kesadaran penuh, setiap tetes keringat saat berpuasa akan bertransformasi menjadi Amalan Pembela di Hari Kiamat.

“Kita memasuki bulan ini dengan sengaja, dengan niat, dan dengan bismillah,” tutur Ketua Takmir ini di hadapan para jemaah. Oleh karena itu, rasa haus dan kantuk saat beribadah bukanlah beban, melainkan sebuah dialog rahasia antara sang hamba dengan calon pembelanya di masa depan.

Sebagai penutup, Ia berharap agar seluruh jemaah mampu meraih derajat itqun minan nar atau pembebasan dari api neraka.

Melalui keberadaan Syafaat Puasa dan Al-Qur’an, Ramadan tahun ini seharusnya menjadi momentum bagi kita untuk mencetak “pengacara” spiritual yang paling jujur dan setia.

Baca juga :

Tarawih Perdana Masjid At Taqwa PDM Semarang: Menjemput Pahala di Awal Puasa Ramadan 2026

Bukan Syahid! Ini Rahasia Masuk Surga Lebih Cepat Lewat Ramadan

Kontributor: Mediia Masjid At Taqwa Ngaliyan
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: