Cegah Penyakit Lewat Totok Punggung di Rumah Sehat ‘Aisyiyah Semarang
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Warga Kota Semarang kini mempunyai rujukan baru untuk menjaga kebugaran tubuh berkat kehadiran layanan totok punggung di Rumah Sehat ‘Aisyiyah Semarang. Fasilitas kesehatan terkemuka ini menghadirkan alternatif perawatan yang dekat dengan kebutuhan serta keseharian masyarakat luas.
Tempat pelayanan kesehatan ini berfokus penuh pada upaya promotif, preventif, serta pemberdayaan masyarakat, Ketua Majelis Kesehatan PDA Kota Semarang, Dra. Hetty Hidayati, M.M., memaparkan bahwa fasilitas ini beroperasi sebagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dengan fokus utama pada layanan promotif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat.
Transformasi Gedung Menjadi Pusat Totok Punggung
Dahulu, bangunan ini berstatus sebagai klinik pratama aisyiyah yang terpaksa berhenti beroperasi karena terkendala syarat kerja sama BPJS. Setelah sempat mangkrak dan beralih fungsi sementara untuk kegiatan pendidikan anak, para donatur akhirnya merenovasi total gedung tersebut demi kemaslahatan umat.
Menanggapi perjalanan panjang tersebut, Hetty menjelaskan sejarah renovasi gedung kepada para tamu yang hadir. “Ini adalah AUM-nya PDA. Jadi, memang dulu namanya Klinik Pratama ‘Aisyiyah ya, tapi waktu itu karena harus bekerja sama dengan BPJS dan mungkin tidak memenuhi persyaratan itu akhirnya kan jadi tutup,” ujar Hetty pada Sabtu (12/09/26) di Rumah Sehat ‘Aisyiyah Kota Semarang..
Kolaborasi Komunitas untuk Terapi Komplementer Murah
Sebagai tindak lanjut pemanfaatan gedung, pihak pengelola menggandeng komunitas totok punggung dan bekam Jateng Raya. Melalui kerja sama strategis ini, mereka menghadirkan layanan terapi komplementer yang terjangkau bagi masyarakat. Selain itu, pengelola mengambil peran aktif sebagai penyedia tempat bagi para terapis komunitas.

Pihak pengelola menetapkan jadwal operasional terapi totok punggung dan bekam setiap hari Selasa dan Sabtu pada pukul 09.00 hingga 14.00 untuk umum. Berkat kemudahan akses tersebut, animo warga melonjak tajam sejak layanan ini dibuka secara komersial pada bulan Agustus lalu. “Jadi, layanan totok punggung berbayar sudah kita laksanakan mulai Agustus, dan alhamdulillah memang animo masyarakat cukup banyak,” ungkapnya menambahkan.
Langkah Preventif Lewat Terapi Mandiri
Kehadiran layanan alternatif ini bertujuan mengubah pola pikir masyarakat agar tidak hanya mendatangi fasilitas medis setelah jatuh sakit. Oleh karena itu, pengelola menilai pendekatan pencegahan dini jauh lebih efektif dalam mendeteksi ketidaksehatan tubuh sejak awal.
Pada akhirnya, terapi rutin menjadi ikhtiar pencegahan mandiri yang ekonomis bagi setiap keluarga. “Harapannya ke depan, semakin banyak masyarakat yang tidak hanya berobat setelah sakit, tapi mereka sudah mengenali ketidaksehatan di masing-masing individu melalui totok punggung atau bekam ini sebagai langkah preventif,” tutur Hetty menutup penjelasan.