Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Waspada! Ini Penyebab Puasa Tidak Diterima di Bulan Ramadhan

20 Februari 2026, 17:11 WIB 2 menit baca
Ustaz Kholid Winandar memberikan khutbah Jumat di Masjid At Taqwa Ngaliyan tentang penyebab puasa tidak diterima.
Ustaz Kholid Winandar saat menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga kualitas ibadah dan menghindari penyebab puasa tidak diterima di Masjid At Taqwa, Ngaliyan, Jumat (20/02/26).

NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Datangnya bulan suci Ramadhan, setiap Muslim perlu memahami apa saja penyebab puasa tidak diterima di bulan Ramadhan agar ibadah yang dijalankan tidak berakhir sia-sia. Hal ini menjadi sorotan utama dalam khutbah Jumat yang disampaikan Ustaz Kholid Winandar di Masjid At Taqwa, Ngaliyan, Wates, pada Jumat (20/02/26).

Di hadapan ratusan jamaah, Direktur Muhammadiyah Boarding School (MBS) Mijen tersebut mengajak kita untuk merenungi kembali esensi keutamaan bulan Ramadan. Ia mengingatkan bahwa Ramadan 2026 bukan sekadar ritual tahunan tanpa makna, melainkan momentum besar untuk transformasi jiwa.

Mendalami Hikmah Puasa Ramadan

Ustaz Kholid mengawali khutbahnya dengan menekankan identitas Ramadan sebagai Bulan Al-Qur’an. Sosok ini mengajak setiap mukmin untuk lebih giat menjalankan amalan di bulan Ramadan, terutama berinteraksi dengan kitab suci.

“Kita memiliki mukjizat yang menakjubkan bagi ilmuwan mana pun. Suara lantunannya merdu dan mampu menyejukkan hati siapa pun yang memiliki iman,” tuturnya. Menurut Kholid, memahami Al-Qur’an adalah bagian penting dari hikmah puasa Ramadan agar iman seseorang semakin kokoh.

Mengapa Ada Puasa yang Sia-Sia?

Namun, ada peringatan keras yang ia sampaikan terkait penyebab puasa tidak diterima. Ia menyoroti adanya golongan orang yang merugi di bulan Ramadan, yaitu mereka yang berpuasa secara fisik tetapi tidak menjaga perilakunya.

“Bayangkan, Malaikat Jibril berdoa agar hamba yang bertemu Ramadan namun tidak mendapat ampunan itu celaka. Dan Rasulullah mengaminkannya,” ungkap Ustaz Kholid.

Ia merinci bahwa meninggalkan salat lima waktu, tetap melakukan maksiat besar, atau tidak menghentikan kezaliman kepada sesama adalah faktor utama rusaknya pahala. Tanpa perubahan sikap, ia menegaskan bahwa ibadah puasa hanya akan menyisakan rasa lapar dan dahaga saja tanpa nilai di sisi Allah.

Refleksi Menuju Ramadan yang Fitrah

Oleh karena itu, persiapan hati menjadi kunci utama untuk menghindari segala penyebab puasa tidak diterima. Ustaz Kholid mengajak jamaah untuk membelenggu nafsu sebelum bulan suci itu berakhir. Ia berharap umat Islam tidak sekadar mengubah jadwal makan, melainkan benar-benar menjemput ampunan Allah.

“Mari kita memohon agar Allah menerima kualitas puasa kita yang sederhana ini. Kita berharap pada kasih sayang-Nya, bukan pada kesempurnaan amal kita,” tutupnya dengan doa yang menyentuh hati.

Baca juga :

Cara Mendekatkan Diri Kepada Allah Lewat Hikmah Puasa Ramadhan

Temukan Hikmah Puasa Ramadhan Agar Doa Langsung Terkabul

Syafaat Puasa dan Al-Qur’an: Dua ‘Pembela’ yang Siap Menolong Kita

Kontributor: Media Masjid At Taqwa Ngaliyan
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: