Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Nyawa Bertaruh Detik, Unimus Cetak Perawat Gawat Darurat Andal Lewat BTCLS

23 Februari 2026, 13:44 WIB 3 menit baca
Mahasiswa Ners Unimus didampingi instruktur melakukan simulasi penanganan trauma pasien dalam Pelatihan BTCLS untuk mencetak perawat gawat darurat andal.
SIMULASI IGD: Calon perawat gawat darurat dari Program Pendidikan Profesi Ners Unimus mempraktikkan keterampilan penanganan trauma di bawah pengawasan instruktur dalam Pelatihan BTCLS 118.

TEMBALANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Keselamatan nyawa pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sering kali ditentukan dalam hitungan detik. Merespons tantangan krusial tersebut, Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar Pelatihan BTCLS 118. Kegiatan ini bertujuan mencetak ratusan perawat gawat darurat yang tangguh dan responsif.

Pelatihan intensif ini berlangsung pada 9-13 Februari 2026 di Gedung C Rumah Sakit Unimus Semarang. Selanjutnya, kegiatan ini menjadi agenda wajib bagi 113 mahasiswa ners Unimus. Tujuannya tentu untuk memperkuat kompetensi keperawatan mereka sebelum memasuki dunia kerja.

Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Ners Unimus, Ns. Mariyam, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.An., menegaskan urgensi pelatihan ini. Menurutnya, kepemilikan sertifikat BTCLS kini menjadi syarat mutlak bagi tenaga medis. “Selain ijazah profesi, sertifikat ini menjadi syarat penting yang menunjang kesiapan lulusan di dunia kerja,” tegas Mariyam saat membuka acara.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kompleksitas kondisi pasien saat ini semakin bervariasi. Situasi tersebut menuntut setiap perawat gawat darurat memiliki kemampuan respons yang sangat cepat. Oleh karena itu, mahasiswa wajib berlatih secara teknis dan mental agar sigap bertugas.

Simulasi Kasus Kritis di IGD

Sementara itu, Dosen Keperawatan Unimus, Ns. Yanuan Ben Olina, S.Kep., MNS., Sp.Kep.Kom., menyoroti pentingnya kecepatan bertindak di IGD. Keputusan klinis krusial sering kali harus perawat ambil dalam hitungan menit. “Mahasiswa harus mampu menentukan prioritas tindakan dan mengenali kondisi darurat,” jelas Yanuan.

Oleh sebab itu, panitia melatih peserta secara langsung melalui berbagai simulasi kasus nyata. Mereka mempraktikkan keterampilan triase serta penilaian jalan napas secara berulang. Selain itu, mahasiswa juga melakukan simulasi penanganan trauma agar makin terampil.

Tidak hanya itu, peserta juga menghadapi skenario kasus henti jantung mendadak. Melalui simulasi ini, calon perawat gawat darurat otomatis meningkatkan kepekaan klinis mereka. Mereka juga belajar mengambil keputusan tepat di bawah tekanan psikologis yang tinggi.

Komitmen Cetak Tenaga Medis Unggul

Pada hari penutupan, Ketua DPK PPNI Unimus Semarang, Dr. Ns. Chanif, S.Kep., M.Kep., memberikan apresiasi tinggi. Ia menekankan bahwa keterampilan ini merupakan modal krusial dalam meniti karier profesional. Akibatnya, setiap perawat wajib tampil tangguh saat berada di garis depan pelayanan kesehatan.

Pada akhirnya, kesuksesan pelatihan ini membuktikan komitmen kuat Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Unimus. Kampus ini konsisten menghadirkan pendidikan yang selaras dengan tuntutan lapangan. Kehadiran perawat gawat darurat yang kompeten kini menjadi kebutuhan mutlak bagi masyarakat luas.

Baca juga:

Seni Diplomasi Rektor Unimus Bawa Kampus ke Panggung Dunia

Tingkat Kelulusan Cumlaude UNIMUS Melonjak Jadi 72%, Jadi Modal Hadapi Tantangan Global

Cegah Diabetes, Prof. Nurrahman Unimus Kembangkan Sup Labu Kuning Instan

Borong Juara Dunia, Mahasiswa Berprestasi UNIMUS 2026 Terima Penghargaan

Kontributor: Prima Trisna Aji
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: