Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Mau Takwa di Bulan Suci? Pahami Dulu Keutamaan Puasa Ramadan yang Luar Biasa

25 Februari 2026, 22:39 WIB 3 menit baca
Ustaz Nurbini menyampaikan kultum tarawih tentang Keutamaan Puasa Ramadan di hadapan jemaah Masjid At Taqwa Ngaliyan Semarang.
Wakil Ketua PDM Kota Semarang, Ustaz Drs. H. Nurbini, M.S.I., saat mengupas tuntas materi Keutamaan Puasa Ramadan di Masjid At Taqwa Ngaliyan, Rabu (25/02/26).

NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Menjadi pribadi yang bertaqwa bukan soal menahan haus saja. Lebih dari itu, setiap Muslim perlu memahami makna mendalam di balik Hadis Qudsi tentang puasa. Pesan kuat inilah yang menggema di Masjid At Taqwa Ngaliyan, Wates, pada Rabu malam (25/02/26).

Di hadapan ratusan jemaah, Ustaz Drs. H. Nurbini, M.S.I., selaku Wakil Ketua PDM Kota Semarang, mengupas tuntas Keutamaan Puasa Ramadan saat menyampaikan kultum tarawih. Sang ustaz menekankan bahwa ibadah ini menempati posisi yang sangat eksklusif di hadapan Sang Pencipta.

Hal tersebut merujuk pada pesan Ilahi bahwa Allah akan melipatgandakan pahala seluruh amalan manusia secara umum. Namun, aturan ini tidak berlaku bagi orang yang menjalankan puasa dengan tulus.

“Amalan manusia itu melipat ganda 10 hingga 700 kali lipat. Tapi Allah SWT berfirman: Illa shoum, fa innahu lii. Kecuali puasa, karena sesungguhnya puasa itu untuk-Ku,” ujar Ustaz Nurbini saat menjelaskan Makna Illa Shoum yang menjadi inti sari ceramahnya.

Kejujuran di Balik Pintu Kamar

Menurut Nurbini, Keutamaan Puasa Ramadan berpijak pada kemurnian niat. Tokoh Muhammadiyah Semarang ini kemudian mengutip Hikmah puasa menurut ulama terkemuka, Al-Imam Ibnu Utsaimin, yang menyebut puasa sebagai “ibadah rahasia”.

“Seseorang bisa saja berpura-pura lemas di depan banyak orang. Padahal, ia mungkin baru saja makan diam-diam di dalam kamar yang terkunci,” ungkapnya dengan nada bicara yang hangat.

Namun, seorang mukmin sejati memilih untuk tetap menahan lapar karena sadar bahwa Allah selalu mengawasi setiap geraknya. Oleh sebab itu, puasa menjadi ujian keikhlasan paling nyata bagi setiap individu tanpa memerlukan pengakuan dari manusia lain.

Pahala yang Aman dari “Gugatan” Akhirat

Selain melatih kejujuran, Pahala puasa Ramadan juga menawarkan keistimewaan luar biasa di hari kiamat kelak. Pada umumnya, pahala salat atau sedekah seseorang bisa berpindah tangan kepada orang yang pernah ia zalimi semasa hidup di dunia.

Akan tetapi, Ustaz Nurbini menegaskan bahwa Keutamaan Puasa Ramadan mencakup perlindungan pahala yang sangat sakral. Ia menjelaskan bahwa pahala ini bersifat eksklusif sehingga tidak ada pihak mana pun yang bisa menggugatnya dalam timbangan amal kelak.

“Pahala puasa itu istimewa. Ia tetap tersimpan utuh menjadi milik hamba tersebut bersama Allah SWT,” tegas sang pemateri. Hal ini tentu menjadi modal paling berharga bagi umat Islam saat menghadapi hari perhitungan nanti.

Meneladani Sifat Ilahi demi Takwa

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh jemaah untuk melakukan tadabur mendalam. Ibadah puasa merupakan momentum bagi manusia untuk “meniru” sebagian kecil sifat kesempurnaan Allah, yakni tidak makan dan tidak minum.

Dengan memahami Keutamaan Puasa Ramadan, setiap Muslim diharapkan mampu meningkatkan kualitas Takwa di bulan suci. Penceramah ini pun berpesan agar setiap orang menjaga lisan dan perbuatan buruk agar tidak menghapus pahala yang telah susah payah mereka raih.

“Mari kita jaga puasa kita dengan sungguh-sungguh. Jadikan Ramadan tahun ini sebagai ajang transformasi diri yang nyata menuju ketaatan yang lebih tinggi,” pungkas Ustaz Nurbini mengakhiri tausiyahnya.

Baca juga :

Rahasia Jiwa yang Tenang: Pesan Mendalam di Bulan Ramadhan

5 Ciri-Ciri Orang Bertakwa: Apakah Puasa Kita Sudah Berhasil?

Kontributor: Media At Taqwa Ngaliyan Wates
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: