Meningkatkan Iman di Bulan Suci, 300 Jamaah ikuti Pesantren Ramadhan di Semarang
SEMARANG TIMUR, muhammadiyahsemarangkota.org – Inilah bukti antusiasme warga dalam kegiatan Ramadhan di Semarang Timur saat ratusan hati berkumpul di Masjid At-Taqwa mencari ilmu. Ratusan jamaah tersebut rela duduk bersimpuh demi menata hati dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui rangkaian kajian ilmu yang inspiratif.
Upaya mencari cara meningkatkan iman di bulan Ramadhan ini terus digalakkan oleh Pimpinan Cabang ’Aisyiyah Semarang Timur. Salah satunya melalui kegiatan Pesantren Ramadhan yang kembali berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad, 7–8 Maret 2026, di Masjid At-Taqwa Halmahera.
Kolaborasi Ilmu Agama dan Psikologi
Acara kajian ilmu ini menghadirkan empat pemateri yang mengupas berbagai perspektif keislaman secara mendalam. Pada hari pertama, Ketua PDM Kota Semarang, Dr. KH. Fachrur Rozi, M.Ag, membuka sesi dengan fokus pada penguatan akidah ibu-ibu. Setelah itu, Dra. Endah Darosy, M.Pd, seorang psikolog dari Universitas Diponegoro, membagikan tips psikologi saat puasa agar jiwa tetap tenang dan stabil.
Memasuki hari kedua, jadwal pesantren kilat dewasa Semarang ini menghadirkan Ustadzah Dyah Rachmawati, S.E. Selanjutnya, Bambang Nugroho yang merupakan seorang behavior crafter menutup rangkaian acara dengan motivasi diri yang menggugah. Sekitar 300 peserta memadati lokasi kegiatan karena mereka sangat haus akan info pengajian Semarang hari ini. Peserta datang dari berbagai kalangan, bahkan beberapa pengurus Muslimat turut hadir menimba ilmu bersama.
Dakwah Inklusif dan Semangat Fastabiqul Khairat
Ketua PDM Kota Semarang, Dr. KH. Fachrur Rozi, M.Ag, sangat mengapresiasi inisiatif PCA Semarang Timur tersebut. Ia menilai kegiatan ini mampu menjadi inspirasi bagi cabang-cabang lain untuk melakukan Fastabiqul Khairat.
“Ini bagian dari fastabiqul khairat. Saya berharap kegiatan seperti ini tampil melalui foto dan video agar cabang-cabang ‘Aisyiyah lainnya terdorong melakukan hal serupa,” ujar Fachrur Rozi.
Selain itu, ia menekankan bahwa semangat Muhammadiyah untuk semua harus terus bergema dalam setiap langkah dakwah. Ia ingin agar pengajian Muhammadiyah semakin inklusif dan merangkul semua lapisan masyarakat tanpa kecuali.
“Pengajian Muhammadiyah tidak boleh eksklusif. Justru harus terbuka agar masyarakat bisa mengenal Muhammadiyah secara langsung, bukan hanya dari persepsi yang belum tentu benar,” tambahnya tegas.
Komitmen Tahunan untuk Umat
Di sisi lain, Ketua PCA Semarang Timur, Ina Farida, menjelaskan bahwa Pesantren Ramadhan merupakan program rutin tahunan yang sukses. Menariknya, jumlah peserta terus melonjak signifikan setiap tahunnya. Jika tahun pertama hanya 75 orang, kini jumlahnya mencapai hampir 300 peserta.
Ia menegaskan bahwa pihaknya sengaja membuka kegiatan ini untuk umum agar manfaatnya menyentuh seluruh umat. Melalui agenda ini, PCA Semarang Timur berharap Ramadhan benar-benar menjadi momentum bagi jamaah untuk memperbaiki diri secara berkelanjutan.
Baca juga :
Kegiatan Ramadhan Masjid Paling Seru di Semarang, Intip Keseruan Lomba Ramadhan Anak!
Serunya Kegiatan Ramadhan Anak, Membangun Akidah Sejak Dini Melalui Pesantren Kilat