Serunya Kegiatan Ramadhan Anak, Membangun Akidah Sejak Dini Melalui Pesantren Kilat
SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Mencari Kegiatan Ramadhan Anak yang berkesan? Pesantren Ramadhan Ceria Semarang hadir sebagai solusi mendidik karakter lewat metode Belajar Agama Menyenangkan. Masjid At-Taqwa PDM Kota Semarang sukses menghidupkan suasana akhir pekan pada Sabtu (7/3/2026) dengan tawa dan antusiasme ratusan peserta cilik.
Menanamkan Iman dengan Cara Menyenangkan
Sejak pukul 07.00 WIB, anak-anak tingkat TK hingga SD sudah memenuhi selasar masjid. Mereka tidak sekadar duduk mendengarkan ceramah yang membosankan. Sebaliknya, para ustadz mengemas materi tauhid dan motivasi belajar dengan gaya yang sangat interaktif.
Ustadz Burhan dan Ustadz Suharno mengajak para peserta menyelami makna iman kepada Allah melalui cerita-cerita inspiratif. Selain itu, upaya Membangun Akidah Sejak Dini menjadi fokus utama agar anak-anak memiliki pondasi spiritual yang kokoh. Ustadz Amiril Edi Pramono juga terjun langsung membimbing praktik wudhu dan sholat dengan gerakan yang benar dan teliti.
Mengenal Tokoh dan Berbagi Kebaikan
Tak hanya soal ibadah ritual, Pesantren Kilat Masjid At-Taqwa PDM ini memperkenalkan sosok KH Ahmad Dahlan. Ustadz Ra’ad Noor Fattah menceritakan perjuangan pendiri Muhammadiyah tersebut untuk memantik semangat dakwah pada jiwa muda. Sementara itu, Ustadzah Salsabila membawa suasana ceria lewat kisah-kisah anak sholeh yang mengundang gelak tawa sekaligus hikmah.
Namun, kejutan sesungguhnya muncul saat sesi amal. Panitia mengajarkan anak-anak untuk mempraktikkan langsung nilai kepedulian sosial. Mereka mengumpulkan uang saku sebagai Donasi Lazismu Semarang yang nantinya akan tersalurkan bagi saudara-saudara di Aceh. Langkah nyata ini menjadi bukti bahwa Kegiatan Ramadhan Anak mampu melahirkan empati yang tulus.
Harapan untuk Pembinaan Berkelanjutan
Ketua Takmir Masjid At-Taqwa PDM Kota Semarang, Ustadz Dr. H. KRAT. A.M. Jumai, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kelancaran acara ini. Tokoh ini menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak boleh berhenti hanya saat momentum bulan puasa saja.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dalam berbagai program pembinaan yang berkesinambungan. Menurutnya, aspek akidah harus menjadi prioritas utama bagi generasi masa depan.
“Kegiatan ini sangat baik untuk penguatan akidah adik-adik kita. Namun, alangkah baiknya jika kita melakukan hal serupa secara berkala dan komprehensif. Bahkan, tim Masjid At-Taqwa PDM Kota Semarang bisa mulai membuat standarisasi program,” ungkap ia penuh harap.
Acara ditutup dengan pembagian bingkisan menarik berupa alat tulis dan perlengkapan ibadah. Melalui Pesantren Ramadhan Ceria Semarang, Masjid At-Taqwa telah berhasil menanamkan benih kebaikan. Kelak, benih ini akan tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan peduli terhadap sesama demi mencerahkan semesta.
Baca juga :
Sambut Persiapan Ramadan 2026, Pendidikan Karakter Siswa Ini Jadi Inspirasi
Pendidikan Karakter Berbasis Al-Alaq: Rahasia Sukses Dunia Akhirat