Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Janji Kampus Bebas Bullying: Masta Unimus Gelombang 2 Ramah Untuk Semua Maba

10 September 2026, 19:43 WIB • 3 menit baca
Rektor UNIMUS Prof. Dr. Masrukhi bersama jimpinan senat menyambut perwakilan mahasiswa baru dalam acara Masta UNIMUS Gelombang 2 di Gedung Serba Guna Kedungmundu Semarang.
PENYAMBUTAN MABA: Rektor UNIMUS Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd. (kanan) bersama jajaran pimpinan senat menyambut secara simbolis perwakilan mahasiswa baru pada acara Masta UNIMUS Gelombang 2 di Gedung Serba Guna UNIMUS, Kedungmundu, Semarang, Rabu (9/9/2026). (Foto: Dok. UNIMUS)

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org — Pimpinan kampus menegaskan komitmen menghadirkan lingkungan belajar aman dan bebas dari perundungan dalam gelaran Masta Unimus Gelombang 2. Momentum penyambutan mahasiswa baru ini dirancang menjadi ruang perjumpaan yang inklusif sekaligus ramah bagi seluruh anak muda.

Acara tersebut berlangsung meriah di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Kedungmundu, Semarang, pada Rabu, 9 September 2026. Ribuan mahasiswa baru memadati lokasi secara luring, sementara sebagian lainnya menyimak jalannya kegiatan secara daring melalui aplikasi Zoom.

Suasana seremoni resmi Rapat Terbuka Senat mendadak mencair tatkala alunan lagu dangdut populer “Mati Lampu” bergema di seantero ruangan. Penampilan apik Norina Fabrillia Rosa, mahasiswi Fakultas Kedokteran, membuat ribuan pasang mata bersorak gembira. Bahkan, Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., turut melantunkan penggalan lirik lagu tersebut untuk menyapa para mahasiswa baru.

Pesan Adem Rektor Unimus untuk Mahasiswa Baru

Momen cair ini sekaligus membawa pesan kuat tentang pentingnya membangun suasana kampus bebas bullying Semarang. Pimpinan universitas ingin memastikan seluruh mahasiswa dapat menuntut ilmu dengan rasa tenang dan bahagia.

Di hadapan peserta Masta, Prof. Masrukhi berpesan agar mahasiswa baru menjadikan kampus sebagai ruang untuk bertumbuh secara optimis. Ia meminta para mahasiswa tidak perlu berkecil hati dalam mengarungi perjalanan akademik di Semarang.

“Memasuki kampus Unimus dan menjadi bagian dari Unimus berarti punya hati yang senang dan gembira. Jangan sedih dan berkecil hati,” tegasku Prof. Masrukhi saat memberikan sambutan.

Ruang Aman Tanpa Diskriminasi dan Kekerasan

Sejalan dengan hal itu, pihak universitas berkomitmen menyediakan perlindungan serta kebebasan berekspresi bagi civitas akademika. Ia menegaskan bahwa Masta Unimus Gelombang 2 menjadi awal bagi mahasiswa untuk mengasah potensi diri tanpa rasa cemas.

Guna menciptakan suasana belajar yang kondusif, pihak kampus terus mengawal nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan perguruan tinggi. Oleh karena itu, keberadaan ospek membahagiakan menjadi langkah awal dalam menghapus praktik perundungan.

“Setiap mahasiswa yang kuliah di Unimus punya kesempatan yang sama untuk mengembangkan bakat apa saja di kampus ini,” ungkap Prof. Masrukhi.

Selain itu, Ia juga menjamin ketiadaan perlakuan diskriminatif dalam proses pembelajaran harian di kampus. Menurutnya, lingkungan pendidikan tinggi modern wajib memanusiakan setiap individu.

“Unimus ingin menghadirkan lingkungan pendidikan yang nyaman, menyenangkan, memajukan, memuliakan, dan menggembirakan bagi semua, tanpa bullying, diskriminasi, maupun kekerasan,” tegas Prof. Masrukhi.

Rangkul Mahasiswa dari Papua Hingga Mancanegara

Antusiasme acara ini dirasakan langsung oleh Zulfikar, mahasiswa baru asal Manokwari, Papua, yang memilih Program Studi S1 Statistika. Di samping itu, kehangatan serupa disampaikan Maria Ansela Nahak, mahasiswi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tertarik dengan atmosfer lingkungan kampus.

Atmosfer inklusif ini kian terasa berkat kehadiran 98 calon mahasiswa internasional yang berasal dari 18 negara. Latar belakang yang beragam tersebut makin memperkaya interaksi lintas budaya di area perguruan tinggi.

Secara keseluruhan, jumlah penerimaan mahasiswa baru tahun ini telah mencapai 4.782 orang. Angka tersebut sukses melampaui target awal sebesar 104,64 persen dari total kuota yang disediakan.

Pada akhirnya, penyambutan ribuan mahasiswa ini memuat pesan moral yang mendalam bagi dunia pendidikan. Unimus membuktikan bahwa tempat belajar harus menjadi rumah yang aman, tempat setiap insan bertumbuh bebas dari kekerasan dan penuh rasa percaya diri.

Kontributor: Humas Unimus
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: