Membaca Arah Dunia Lewat Geopolitik Islam dan Mukjizat Al-Qur’an
NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Bukan hanya ibadah, malam ke-25 Ramadhan di Ngaliyan menjadi ajang bedah Geopolitik Islam melalui bukti nyata Mukjizat Al-Qur’an tentang masa depan kedaulatan bangsa. Suasana khidmat menyelimuti Masjid At-Taqwa Wates pada Jumat (13/03/26) saat Al Ustadz M. Masrur, M.Ag. mengajak jamaah memahami kaitan wahyu ilahi dengan dinamika kekuasaan dunia.
Refleksi Spiritual: Golongan Khawas vs Awam
Awalnya, sang ustadz menyoroti fenomena psikologis umat menjelang Idul Fitri. Ia membagi jamaah ke dalam dua kelompok, yakni Golongan Khawas vs Awam di akhir Ramadhan. Jika golongan awam bergembira menyambut Lebaran, maka golongan khawas justru merasa sedih karena harus berpisah dengan kemuliaan bulan suci. Kesedihan ini muncul karena kaum pilihan tersebut memahami bahwa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperkuat spiritualitas sekaligus nalar peradaban.
Surah Ar-Rum dan Rahasia Kedaulatan Bangsa
Selanjutnya, sosok pendidik ini membedah Tafsir Surah Ar-Rum ayat 1-5 sebagai landasan analisis strategis. Ayat ini merekam perseteruan hebat antara Kekaisaran Romawi Timur dan Persia pada abad ke-7. Al-Qur’an secara ajaib memprediksi kemenangan Romawi atas Persia hanya dalam waktu beberapa tahun saja. Oleh karena itu, catatan sejarah ini menjadi bukti konkret Mukjizat Al-Qur’an tentang masa depan yang tetap relevan hingga saat ini bagi ketahanan sebuah negara.
Dalam konteks modern, ia menarik benang merah sejarah tersebut dengan kondisi dunia hari ini. Masrur mengagumi ketangguhan bangsa-bangsa yang berdaulat dalam menghadapi tekanan global. Selain itu, ia mengulas kontribusi besar Sejarah peradaban Islam Persia. Peradaban ini tidak hanya melahirkan cendekiawan seperti Imam Al-Ghazali, tetapi juga memberikan pengaruh arsitektur pada menara dan kubah masjid yang kita kenal sekarang.
Geopolitik Islam dan Solidaritas Palestina
Lebih jauh lagi, sang penceramah membakar semangat solidaritas jamaah untuk kemerdekaan Palestina. Ia mengingatkan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan sekadar isu agama, melainkan utang sejarah bagi bangsa Indonesia. Hal ini merupakan bagian penting dari Geopolitik Islam yang menuntut umat untuk selalu berpihak pada kebenaran dan keadilan internasional.
Ustadz Masrur menegaskan bahwa umat Islam harus memiliki akar ilmu pengetahuan yang kokoh. Bangsa yang berilmu tidak akan mudah goyah oleh tekanan eksternal atau didikte oleh kepentingan asing. Optimisme menjadi kunci utama; jika janji Allah terbukti pada kemenangan Romawi di masa lalu, maka kemenangan bagi mereka yang teguh pada kebenaran hari ini pun adalah sebuah kepastian.
Baca juga :
Sikap Muhammadiyah Terhadap Palestina: Genosida Bukti Kegagalan Barat
Tarawih Spesial, Safari Syekh Palestina: Menguak Kondisi Gaza Terkini Maret 2026