Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Menguak Makna Halalbihalal menurut KH Tafsir, Bedah Rahasia Maaf yang Hakiki

30 Maret 2026, 16:38 WIB 2 menit baca
Dr. KH. Tafsir, M.Ag., Ketua PWM Jawa Tengah, sedang memberikan tausiah di depan jemaah Halalbihalal Muhammadiyah Pemalang di Gedung DPRD.
Pencerahan dari Tokoh Ulama: Dr. KH. Tafsir, M.Ag., Ketua PWM Jawa Tengah, memaparkan makna mendalam Halalbihalal di hadapan ratusem jemaah di Gedung DPRD Pemalang.

PEMALANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Menyelami Makna Halalbihalal menurut KH Tafsir membuka tabir bahwa tradisi ini adalah jembatan penyucian diri antarsesama manusia.

Tradisi tersebut menuntut ketulusan hati yang luar biasa dari setiap individu. Momentum ini terasa sangat relevan di tengah hangatnya suasana Silaturahmi Lebaran yang baru saja kita lalui. Muhammadiyah Kabupaten Pemalang secara khusus menggelar acara ini di Gedung DPRD untuk mempererat kembali ikatan persaudaraan umat, pada Ahad (29/3/2026).

Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., hadir sebagai pembicara utama. Ia menegaskan bahwa memaafkan merupakan inti dari keberagaman yang harmonis. Sebagai bagian dari gerakan Islam Modernis, Muhammadiyah terus berupaya mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan Ideologi Muhammadiyah yang berkemajuan. Langkah strategis ini bertujuan agar setiap tradisi memberikan dampak nyata bagi peradaban masyarakat.

“Bersih kepada Allah cukup dengan ibadah, satu arah. Tetapi bersih kepada sesama manusia tidak cukup satu arah, harus ketemu langsung; satu minta maaf, yang satunya memberi maaf,” ujar KH Tafsir dilansir dari PWMJATENG.COM (30/3/2026).

“Halalbihalal mboten pekerjaan ringan tapi pekerjaan berat, buktinya Bapak Ibu tidak mudah rukun kembali setelah konflik.”

Transformasi Sosial dan Tajdid Muhammadiyah

Selain menyentuh aspek batin, tokoh ulama Jawa Tengah ini menjelaskan bahwa Makna Halalbihalal menurut KH Tafsir mencakup keberanian untuk memuji orang lain. Ia mengajak jamaah agar meninggalkan kebiasaan mencela.

Sebaliknya, setiap warga harus menggantinya dengan akhlak yang menyejukkan. Semangat Tajdid Muhammadiyah ini menuntut setiap individu untuk menjadi pelopor kedamaian di lingkungan masing-masing.

Lebih lanjut, ia juga mengaitkan keharmonisan sosial dengan kesatuan global. Saat ini, Muhammadiyah sedang gencar mensosialisasikan Kalender Hijriah Global Tunggal 2026 (KHGT).

Melalui metode Hisab Hakiki, organisasi berharap umat Islam di seluruh dunia memiliki satu acuan waktu yang seragam. Warga bahkan sudah bisa mengakses inovasi ini dengan mudah melalui Aplikasi MASA di ponsel pintar mereka.

Merajut Ukhuwah dalam Bingkai Islam Berkemajuan

Pada akhirnya, memahami Makna Halalbihalal menurut KH Tafsir menyadarkan kita bahwa agama tidak hanya mengatur hubungan dengan Tuhan. Islam juga sangat peduli pada cara manusia memperlakukan sesamanya. Keikhlasan dalam saling memaafkan tahun ini menjadi modal besar bagi kita. Dengan begitu, kita dapat membangun umat yang lebih solid, modern, dan mandiri secara global.

Baca juga :

Asal-usul Sejarah Halalbihalal: Tradisi Unik Muhammadiyah Sejak 1924

Kupat dan Lepet: Simbol Estetika dalam Asal-usul Halalbihalal di Jawa

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: