Membangun keluarga Qur’ani menjadi dambaan setiap Muslim. Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah merumuskan panduan keluarga Muhammadiyah ini secara jelas melalui Putusan Tarjih. Buku Pedoman Hidup Warga Islami Muhammadiyah (PHIWM) memuat pedoman ini.
Selanjutnya, setiap keluarga wajib menerapkan seperangkat prinsip untuk mewujudkan kehidupan rumah tangga yang ideal.
Oleh karena itu, berikut adalah 10 prinsip utama untuk menciptakan keluarga Qur’ani:
Fondasi Kuat Keluarga Qur’ani
1.Menciptakan keluarga sakinah mawaddah warahmah. Pertama, Allah SWT menciptakan pasangan hidup agar kita merasa tenteram. Dasar pembentukan keluarga Qur’ani ini merujuk pada firman-Nya:
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Artinya: Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir (QS ar-Rum/30: 21).
2. Menjadikan keluarga sebagai gerakan jamaah dan dakwah. Selain itu, anggota keluarga wajib saling mengingatkan untuk beramal shalih dan menuju hidup yang baik.3.
3. Mencetak kader amar ma’ruf nahi mungkar. Oleh karena itu, setiap individu muslim dalam keluarga harus aktif menjadi kader untuk menegakkan kebenaran dan mencegah kemungkaran.
4. Menjadi teladan dalam berinteraksi (mu’asyarah). Kemudian, kita wajib berbuat ihsan kepada keluarga maupun orang lain secara keteladanan. Anak wajib berbakti kepada orang tua secara maksimal. Sebaliknya, anggota keluarga harus bersabar jika melihat kekurangan pada anggota lainnya, karena Allah menitipkan banyak kebaikan di baliknya. Perintah berbuat baik ini mengacu pada ayat berikut:
وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا
Artinya: Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik (QS al-Isra’/17: 23).
Kasih Sayang, Keadilan, dan Kepedulian
5. Menyayangi anak secara penuh. Selanjutnya, orang tua wajib mencurahkan kasih sayang seutuhnya kepada putra-putrinya. Acuan keharmonisan rumah tangga ini adalah:
قُلۡ تَعَالَوۡا اَتۡلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمۡ عَلَيۡكُمۡ اَلَّا تُشۡرِكُوۡا بِهٖ شَيۡـًٔـــا وَّبِالۡوَالِدَيۡنِ اِحۡسَانًا ۚ وَلَا تَقۡتُلُوۡۤا اَوۡلَادَكُمۡ مِّنۡ اِمۡلَاقٍؕ نَحۡنُ نَرۡزُقُكُمۡ وَاِيَّاهُمۡ ۚ وَلَا تَقۡرَبُوا الۡفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنۡهَا وَمَا بَطَنَ ۚ وَلَا تَقۡتُلُوا النَّفۡسَ الَّتِىۡ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِالۡحَـقِّ ؕ ذٰ لِكُمۡ وَصّٰٮكُمۡ بِهٖ لَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُوۡنَ
Artinya: Katakanlah (Muhammad), Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu. Jangan mempersekutukan-Nya dengan apa pun, berbuat baik kepada ibu bapak, janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; janganlah kamu mendekati perbuatan yang keji, baik yang terlihat ataupun yang tersembunyi, janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu mengerti (QS al-An’am: 151).
6. Menjaga diri dari maksiat. Sementara itu, seluruh anggota keluarga islami harus menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Berikut landasan utamanya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (QS at-Tahrim: 6).
7. Berlaku adil kepada anak. Di samping itu, orang tua harus berbuat adil saat memberikan sanksi atau penghargaan kepada anak-anaknya.
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا كُوۡنُوۡا قَوَّا امِيۡنَ لِلّٰهِ شُهَدَآءَ بِالۡقِسۡطِ ۖ وَلَا يَجۡرِمَنَّكُمۡ شَنَاٰنُ قَوۡمٍ عَلٰٓى اَ لَّا تَعۡدِلُوۡا ؕ اِعۡدِلُوۡا هُوَ اَقۡرَبُ لِلتَّقۡوٰى وَاتَّقُوا اللّٰهَ ؕ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيۡرٌۢ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan (QS al-Maidah/5: 8).
8. Membantu kerabat yang miskin. Lebih lanjut, keluarga islami wajib memberikan hak dan bantuan kepada kerabat yang miskin. Allah berjanji akan meridhai keluarga yang memberikan bantuan tersebut dan mengategorikan mereka sebagai keluarga beruntung (QS ar-Rum:38).
وَاٰتِ ذَا الۡقُرۡبٰى حَقَّهٗ وَالۡمِسۡكِيۡنَ وَابۡنَ السَّبِيۡلِ وَلَا تُبَذِّرۡ تَبۡذِيۡرًا
Artinya: Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros (QS al-Isra’: 26).
9. Melindungi anak dari informasi negatif. Di era modern ini, orang tua wajib membentengi putra-putrinya secara bijak dari efek buruk informasi yang dapat merusak moralitas.
10. Menghindari Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Terakhir, setiap anggota keluarga harus mencegah KDRT sekuat mungkin demi menjaga keharmonisan rumah tangga.
Kesimpulannya, kesepuluh prasyarat ini harus menjadi kerangka (framing) yang nyata. Jika berhasil terwujud, profil keluarga tersebut pasti menjadi keluarga yang mendapat ridha Allah. Akhirnya, kita bisa menikmati indahnya surga sejak masih berada di dunia ini.
Baca juga:
Solusi Keluarga Harmonis Menurut Islam: Cara Ampuh Mengatasi Konflik Rumah Tangga
Bahaya Menyimpan Rahasia dalam Rumah Tangga, Sebuah Kisah Nyata
Dosa Besar! Suami yang Paksa Istri Patungan Biaya Pokok Keluarga