Semarang “Memerah”, Ribuan Pendekar Dunia Siap Berkumpul di Muktamar Tapak Suci 2026
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Kota Lumpia bersiap menyambut gelombang pendekar dari berbagai belahan dunia. Pimpinan Daerah (Pimda) 062 Tapak Suci Kota Semarang kini tengah mematangkan langkah untuk menyambut Muktamar ke-16 Tapak Suci Putera Muhammadiyah pada Agustus mendatang.
Perhelatan berskala internasional ini akan menghadirkan sekitar 1.500 muktamirin yang berasal dari 22 negara berbeda. Tak sekadar ajang bela diri, momentum ini menjadi panggung besar untuk memperkuat syiar dakwah melalui seni bela diri khas Muhammadiyah yang berkemajuan.
Suasana Kota Semarang diprediksi akan “memerah” seketika saat perhelatan ini dimulai. Puncaknya, sebuah Apel Akbar akan mewarnai kawasan ikonik Simpang Lima pada 7 Agustus 2026 dengan skala yang jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.
Menyiapkan Karpet Merah Bagi Pendekar Mancanegara
Ketua Tapak Suci Pimda 062, Dedy Achyadi, menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi tamu mancanegara. Ia menyiapkan dukungan anggaran sebesar Rp5 miliar guna memastikan seluruh fasilitas dan akomodasi tersedia dengan kualitas mumpuni.
Panitia juga menggandeng Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) sebagai poros utama penyedia lokasi kegiatan. Sinergi ini bertujuan untuk menciptakan suasana Muktamar yang profesional sekaligus hangat bagi seluruh peserta dari luar negeri.
“Kami ingin Simpang Lima menjadi saksi kekuatan dakwah kita melalui Apel Akbar nanti,” ujar Dedy penuh semangat. Ia optimis keterlibatan seluruh Pimda se-Jawa Tengah akan membuat suasana Muktamar kali ini terasa jauh lebih semarak dan menggembirakan.
Sayembara Visual dan Simbol Harga Diri Kolektif
Antusiasme Muktamar kian terasa dengan dibukanya sayembara desain logo resmi yang pengumumannya jatuh pada 21 April 2026 melalui akun Instagram @tapaksuci_pusat. Langkah ini mengajak para seniman visual untuk ikut mengabadikan identitas gerakan Tapak Suci dalam sebuah karya simbolik yang monumental.
Sekretaris Tapak Suci Kota Semarang, Dr. M. Munsarif, menambahkan bahwa pihaknya juga mengusulkan pengukuhan Pendekar Kehormatan bagi tokoh-tokoh besar. Nama-nama seperti KH Tafsir hingga pimpinan universitas masuk dalam daftar usulan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka pada persyarikatan.
“Suksesnya Muktamar ini adalah harga diri kolektif warga Muhammadiyah dan Tapak Suci,” tegas AM Jumai, Ketua LDK PWM Jawa Tengah. Ia mengingatkan bahwa gerakan ini harus mampu mencerahkan, menggerakkan, dan menggembirakan seluruh elemen masyarakat secara inklusif.