Menuju Tapak Suci Mendunia, Kepengurusan Baru Resmi Dikukuhkan
YOGYAKARTA, muhammadiyahsemarangkota.org – Pengukuhan pengurus pusat baru menandai babak baru ambisi Tapak Suci mendunia melalui transformasi seni bela diri tradisional ke panggung global.
Prosesi pelantikan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ini berlangsung pada Jumat hingga Sabtu, 31 Oktober—1 November 2026. Agenda strategis tersebut bertempat di Amphitarium Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta.
Transformasi Organisasi dan Akar Tradisi
Dilasnsir dari muhammadiyah.or.id, Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM) menetapkan arah baru dengan mengusung tema “Berakar Tradisi Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri, dan Mendunia”. Tema tersebut menegaskan komitmen perguruan dalam merespons dinamika zaman modern.
Ketua Umum PP TSPM, Afnan Hadikusumo, menyatakan bahwa modernisasi tidak boleh memisahkan perguruan dari nilai keislaman dan jati diri persyarikatan. Ia menilai kemajuan harus bertumpu pada landasan iman, ilmu pengetahuan, serta kedisiplinan kader.
“Ini diharapkan menjadi titik tolak bagi seluruh keluarga besar Tapak Suci untuk semakin memperkuat persaudaraan, menjaga kehormatan perguruan, serta menghadirkan karya dan prestasi yang membanggakan,” ujar Afnan Hadikusumo.
Sinergi Lintas Sektor dan Tokoh Nasional
Sejumlah tokoh penting hadir menyaksikan prosesi sakral tersebut secara langsung. Kehadiran para pejabat tinggi negara memperkuat dukungan moril bagi perkembangan organisasi ke depan.
Kepala KSP Listiyo Sigit Prabowo dan Ketua Harian PB IPSI Edhy Prabowo tampak hadir di lokasi acara. Selain itu, jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah turut mendampingi jalannya pengukuhan periode 2026—2031 ini.
Menjaga Jati Diri Lewat Akhlak Mulia
Di tengah arus modernitas, perguruan tetap konsisten membentuk karakter kader yang tangguh dan bermoral. Semboyan khas senantiasa digelorakan untuk memperkuat mental para pendekar muda.
“Dengan Iman dan Akhlak Saya Menjadi Kuat, Tanpa Iman dan Akhlak Saya Menjadi Lemah,” tegas Afnan Hadikusumo.
Komitmen tersebut memastikan bahwa pembentukan akhlak mulia tetap menjadi fondasi utama dalam melahirkan pendekar siap mengabdi untuk Indonesia.