Pamit Menuju Ka’bah: Haru Iringi Pelepasan Jemaah Haji 2026
Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Ruang utama Masjid At-Taqwa PDM Kota Semarang mendadak hening sekaligus bergetar oleh rasa haru pada Sabtu (25/4/2026). Sebanyak 354 calon jemaah haji berkumpul dalam prosesi penutupan manasik sekaligus pelepasan resmi menuju Tanah Suci. Tatapan mata yang berkaca-kaca menyiratkan kerinduan mendalam untuk segera bersujud di depan Kakbah.
Perjalanan panjang bimbingan ibadah akhirnya mencapai puncaknya pada pertemuan siang itu. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Muhammadiyah Semarang secara resmi melepas para tamu Allah yang tergabung dalam kloter SOC 28. Mereka dijadwalkan bertolak dari Asrama Haji Donohudan menuju Madinah pada 30 April 2026 mendatang.
Pimpinan LPHU PDM Kota Semarang, Ahmad Furqon, menjelaskan bahwa seluruh jemaah terbagi ke dalam sembilan rombongan yang solid. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan kekompakan tim selama berada di negeri orang. Segala persiapan teknis maupun mental telah dimatangkan agar para jemaah dapat beribadah dengan khusyuk tanpa kendala berarti.
Antara Rindu, Cemas, dan Air Mata Kebahagiaan
Suasana hati para calon jemaah haji saat ini ibarat pelangi yang penuh warna setelah penantian panjang bertahun-tahun. Damar Asis Setyowati, salah satu jemaah SOC 28, tak kuasa menyembunyikan perasaan campur aduknya di detik-detik akhir keberangkatan. Ia mengaku dilingkupi rasa senang sekaligus cemas yang luar biasa karena impiannya segera menjadi nyata.
Bagi Damar, keberangkatan ini adalah perjalanan spiritual yang paling dinanti dalam hidupnya. Ia berharap seluruh prosesi rukun dan wajib haji dapat terlaksana dengan lancar tanpa hambatan kesehatan. Keinginan terbesarnya hanyalah kembali ke tanah air dengan membawa perubahan kepribadian yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
“Perasaan saya campur jadi satu antara senang, rindu, dan rasa cemas. Saya ingin segera ke Tanah Suci untuk menunaikan semua rukun dan wajib hajinya,” ungkap Setyowati dengan nada bergetar.
Menjaga Kemabruran Hingga Akhir Hayat
Ahmad Furqon mengingatkan para jemaah agar mengikhlaskan seluruh rangkaian ibadah hanya karena Allah SWT. Ia percaya bahwa kebaikan yang jemaah tanam kepada sesama akan membuahkan kemudahan selama di sana. Kepedulian sosial di tanah suci menjadi ujian kesabaran yang sesungguhnya bagi setiap individu.
Setelah kepulangan nanti, pihak penyelenggara menyediakan wadah khusus bagi jemaah untuk menjaga semangat ibadah. Perubahan kualitas diri dan hubungan sosial menjadi tanda nyata bahwa haji seseorang membekas dalam jiwa. Harapannya, setiap langkah di tanah suci menghasilkan kemabruran yang abadi sepanjang hayat.
“Kami berharap mereka bisa menjaga kemabruran haji. Tandanya adalah peningkatan dalam ibadah, kepribadian, dan hubungan sosial yang lebih baik,” tutur Ahmad Furqon.
Baca Juga :
Wagub Jateng Apresiasi KBIHU Muhammadiyah Semarang Satukan Jamaah Lintas Organisasi
Mimpi ke Tanah Suci, Kuasai Rukun Islam dengan Praktek Manasik Haji Sejak Dini