Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Wagub Jateng Apresiasi KBIHU Muhammadiyah Semarang Satukan Jamaah Lintas Organisasi

19 April 2026, 19:00 WIB 2 menit baca
Foto Wakil Gubernur Jawa Tengah, K.H. Taj Yasin Maimoen, yang sedang memberikan sambutan dari balik podium hitam dengan logo emas di bagian depan. Beliau mengenakan kemeja berwarna krem muda bermotif garis halus dan peci hitam. Di latar belakang, terdapat layar LED besar yang menampilkan teks "HALAL BIHALAL AKBAR LINTAS ANGKATAN ALUMNI KBIHU MUHAMMADIYAH KOTA SEMARANG BERSAMA WAKIL GUBERNUR JAWA TENGAH" dengan dekorasi nuansa Islami berupa gambar bulan sabit dan lampu lampion. Di bagian atas tengah layar, terdapat kaligrafi Arab. Suasana ruangan tampak formal dengan pencahayaan lampu langit-langit yang terang.
APRESIASI TOLERANSI: Wakil Gubernur Jawa Tengah, K.H. Taj Yasin Maimoen, saat memberikan sambutan dalam acara Halalbihalal Akbar Lintas Angkatan Alumni KBIHU Muhammadiyah Kota Semarang di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Ahad (19/4/2026). Dalam momen tersebut, Gus Yasin mengapresiasi keberhasilan KBIHU Muhammadiyah dalam merajut inklusivitas dan persatuan jamaah lintas organisasi, termasuk merangkul jamaah dari kalangan Nahdliyin guna menjaga stabilitas sosial di Jawa Tengah.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org – Wakil Gubernur Jawa Tengah, K.H. Taj Yasin Maimoen, mengapresiasi langkah strategis Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Muhammadiyah Semarang yang sukses menciptakan harmoni pembinaan haji lintas batas organisasi. Toleransi yang terbangun solid bersama para jamaah Nahdliyin ini dinilai menjadi kunci utama stabilitas sosial, sebagaimana terungkap dalam pertemuan akbar jamaah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Ahad (19/4/2026).

Ketua Pelaksana Halalbihalal, Budi Martono, S.H., M.H., menegaskan bahwa perbedaan organisasi justru memperkuat ikatan jamaah. Ia menyebut pembinaan haji harus mengutamakan inklusivitas. Bahkan, banyak jamaah berlatar belakang Nahdliyin merasa sangat nyaman bergabung dalam proses bimbingan ini.

“Baju kita adalah KBIH Muhammadiyah. Biarpun di dalamnya kita bukan teman-teman Muhammadiyah saja, yang Nahdliyin banyak, tapi kita merawat dalam sebuah kesatuan,” ujar Budi Martono.

Menanggapi soliditas tersebut, apresiasi dari Wagub Taj Yasin semakin mempertegas bahwa langkah inklusif ini sangat krusial bagi keharmonisan. Kolaborasi nyata lintas organisasi ini terbukti ampuh menjaga iklim sosial masyarakat Jawa Tengah tetap sejuk.

Filosofi ‘Super Team’ Info Haji 2026

Lebih lanjut, Budi menjelaskan pentingnya kebersamaan saat jamaah berada di Tanah Suci. Calon jamaah haji harus membuang ego sektoral demi kelancaran ibadah harian. Identitas kelompok wajib melebur menjadi kekuatan tim yang solid.

“Di sana itu kita sudah tidak bisa terkotak-kotak. Butuh kebersamaan, bukan perorangan, bukan superman, tapi super team yang harus kita lakukan,” ujar Budi.

Oleh sebab itu, LPHU Kota Semarang terus memantapkan mental para jamaah. Ketua LPHU, Ahmad Furqon, melaporkan sebanyak 354 calon jamaah haji siap berangkat pada musim haji 2026 ini. Silaturahmi antarangkatan ini menjadi modal penting bagi jamaah baru menghadapi medan di Arab Saudi.

Kemandirian Jamaah Haji

Sementara itu, aspek kemandirian juga menjadi fokus utama bimbingan jelang keberangkatan. Ketua PDM Kota Semarang, Dr. K.H. Fahrur Rozi, M.Ag., mendorong para jamaah memanfaatkan inovasi digital secara optimal. Mereka tidak boleh hanya bergantung secara pasif pada petugas pemandu lapangan.

“Kita perlu menyiapkan baik-baik bekal diri kita agar bisa mandiri dan memanfaatkan teknologi yang ada,” ujar Fahrur Rozi.

Akhirnya, melalui bimbingan profesional KBIHU Muhammadiyah Semarang, seluruh jamaah diharapkan siap secara fisik maupun mental. Mereka pun dapat meraih predikat haji mabrur bersama-sama tanpa lagi memandang sekat organisasi.

Kontributor: Rizqi Aulia
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: