Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Sinergi Kelurahan dan Warga Kaliwiru: Rawat Kebersihan Tempat Ibadah

25 April 2026, 23:14 WIB 2 menit baca
Warga dan petugas Kelurahan Kaliwiru bekerja bakti melakukan resik-resik di halaman Masjid Raya Candi Lama Semarang menggunakan sapu lidi dan kantong sampah.
Aksi nyata sinergi Kelurahan dan warga Kaliwiru saat membersihkan area parkir Masjid Raya Candi Lama sebagai bagian dari gerakan resik-resik masjid Semarang.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org Bukti nyata sinergi Kelurahan dan warga terlihat jelas saat puluhan orang bahu-membahu menjaga kebersihan tempat ibadah Semarang demi kenyamanan jamaah. Suasana hangat ini menyelimuti Masjid Raya Candi Lama sejak matahari baru saja terbit. Warga bersama perangkat kelurahan datang membawa semangat yang sama: merawat rumah ibadah tercinta.

Sentuhan Gotong Royong di Halaman Masjid

Kegiatan berfokus sepenuhnya pada penataan area luar agar lebih asri. Peserta kerja bakti membagi tugas secara efektif untuk menyisir setiap sudut eksterior. Sebagian warga sibuk memangkas tanaman yang mulai rimbun, sementara yang lain fokus menyiangi rumput liar di sekitar taman.

Selain itu, halaman parkir mendapatkan perhatian khusus. Warga membersihkan sampah daun kering agar alur kendaraan jamaah tetap tertib dan luas. Tak lupa, mereka juga mengecek saluran drainase untuk mencegah genangan air saat hujan mengguyur wilayah Semarang.

Lurah Kaliwiru, Bambang Eko Prasetyo, S.H., M.H., terjun langsung membaur bersama masyarakat. Sosok pemimpin kelurahan ini tampak antusias mengikuti ritme kerja bakti yang penuh kekeluargaan.

“Kami ingin memperkuat sinergi Kelurahan dan warga lewat aksi konkret. Selain menjaga kebersihan tempat ibadah Semarang, momen ini menjadi sarana silaturahmi yang sangat efektif,” ungkap Bambang di sela kegiatannya.

Investasi Kenyamanan untuk Jamaah

Ketua Takmir Masjid Raya Candi Lama, Drs. H. Muhammad Saidun, M.Ag., mengapresiasi tinggi keterlibatan pihak kelurahan. Menurutnya, masjid kini memiliki atmosfer yang jauh lebih segar dan menyejukkan mata. Hal ini tentu meningkatkan kekhusyukan jamaah saat menjalankan ibadah.

Ia menambahkan bahwa kekompakan ini menjadi modal berharga bagi warga Kaliwiru. Masyarakat membuktikan bahwa kebersihan tempat ibadah Semarang adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pengurus masjid semata.

Oleh karena itu, aksi ini diharapkan terus berlanjut secara konsisten. Semangat Resik-resik Masjid Semarang bukan sekadar membersihkan debu, melainkan cara warga menjaga tradisi luhur gotong royong di tengah modernitas kota.

Baca juga :

Tim Bersih-Bersih Masjid PRM Bringin Perluas Jangkauan ke Seluruh Kota Semarang

Resik – Resik Omah Ibadah : At Taqwa Bandarharjo jadi Aksi Nyata HUT Semarang

Kontributor: Tim Media MRCL
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: