Sentilan dari Bawah Direspon Cepat, Cabang Muhammadiyah Kini Jadi Ujung Tombak
SEMARANG, Muhammadiyahsemarangkota.org – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menegaskan kembali kebijakannya untuk melibatkan secara penuh seluruh Cabang Muhammadiyah dalam setiap agenda strategis guna mencegah miskomunikasi struktural antara pengurus daerah dan ranting.
Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Wahyudi, mendengarkan langsung berbagai aspirasi tajam dari pimpinan akar rumput dalam acara silaturahim PWM Jateng dengan jajaran pengurus PDM dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Aisyiyah (PCA) se-kota Semarang, Selasa (28/4/26) malam. Para pengurus daerah dan cabang menyoroti minimnya pelibatan struktur bawah dalam berbagai agenda strategis persyarikatan selama ini.
Oleh karena itu, para pimpinan menjadikan penguatan peran Cabang Muhammadiyah sebagai fokus utama dalam evaluasi tata kelola organisasi. Sinergi ini sangat krusial untuk mencegah tumpang tindih instruksi dari pimpinan pusat atau wilayah yang turun ke tingkat daerah.
Ketua PCM Semarang Tengah, Mustam Effendi, menyampaikan kritik terbuka terkait hal tersebut. Ia mencontohkan permintaan pengerahan massa yang kerap mengabaikan hierarki dan komunikasi struktural.
“MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center, Red.) Jawa Tengah itu kalau ada kegiatan, ada rencana itu selalu minta 100 jamaah untuk jamaahnya. Jamaah yang mana, kita ngga tau,” ujar Mustam yang juga merupakan Ketua MDMC Kota Semarang itu.
Perbaikan Sistem Komunikasi
Menanggapi keluhan tersebut, pimpinan wilayah berjanji akan segera membenahi alur instruksi secara menyeluruh. Mereka memastikan setiap program kerja harus melibatkan PCM Kota Semarang dan PCA Semarang secara proporsional.
Selain itu, keluhan serupa juga muncul terkait minimnya sosialisasi pengadaan fasilitas organisasi. Akibatnya, banyak program unggulan kehilangan momentum saat pengurus mengeksekusinya di lapangan karena akar rumput tidak mendapatkan informasi yang utuh.
“Maka perlu koordinasi Pak,” tegas Wahyudi, merespons berbagai laporan mengenai miskomunikasi struktural tersebut.
Pada akhirnya, seluruh jajaran pimpinan sepakat untuk menjadikan konsolidasi struktural sebagai agenda prioritas jangka pendek. Langkah taktis ini akan memperkokoh posisi pengurus Cabang Muhammadiyah sebagai ujung tombak utama gerakan dakwah di tengah masyarakat.