Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

PWM Jateng Dorong Muhammadiyah Kota Semarang Jadi Pionir Organisasi

28 April 2026, 21:07 WIB 2 menit baca
Tiga pimpinan duduk di meja berbalut taplak hijau berlogo Muhammadiyah, berlatar spanduk Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah di Kota Semarang.
Suasana penyampaian arahan strategis dalam acara silaturahim Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah ke jajaran pengurus Muhammadiyah Kota Semarang, Selasa (28/4/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola organisasi tingkat daerah hingga ranting.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Drs. Wahyudi, M.Pd, menginstruksikan Muhammadiyah Kota Semarang untuk menjadi garda terdepan dalam tata kelola organisasi yang solid dan mandiri melalui penguatan sinergi antara pimpinan daerah dan cabang, Selasa (28/4/2026) malam.

Pertemuan yang berlangsung di Aula Lantai V PDM Kota Semarang ini menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan langkah organisasi. PWM Jawa Tengah memberikan arahan strategis agar seluruh jenjang kepemimpinan di tingkat daerah hingga cabang memiliki pemahaman visi yang serupa. Segenap pimpinan pleno PDM dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah se-kota Semarang, menghadiri langsung pertemuan silaturahim ini.

Penguatan Dakwah Berbasis Cabang dan Ranting

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang Dr. Fachrur Rozi, M.Ag. menekankan pentingnya peran akar rumput dalam menjaga keberlangsungan gerakan. Hal ini mengingat dinamika tantangan dakwah di wilayah perkotaan yang semakin kompleks dan memerlukan respons cepat dari organisasi.

“Soliditas pimpinan pleno dan pimpinan cabang adalah kunci utama untuk menjaga ritme organisasi pasca-Musyda agar program kerja tetap berjalan efektif,” ujar Dr. H. Fachrur Rozi, M.Ag dalam sambutannya.

Selain itu, para pimpinan berharap sinergi internal mampu mendorong kemandirian organisasi di tingkat lokal. Dengan demikian, Muhammadiyah Kota Semarang dapat lebih fleksibel dalam menjalankan program-program kemasyarakatan yang berdampak langsung pada warga.

Akselerasi Program Unggulan PWM Jawa Tengah

Wahyudi juga mengingatkan bahwa konsolidasi bukan sekadar pertemuan formal. Namun, hal ini merupakan upaya untuk memastikan semua struktur tingkat bawah mengimplementasikan kebijakan wilayah dengan baik.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan PWM Jawa Tengah dapat diterjemahkan dengan baik oleh PDM Kota Semarang, terutama dalam memperkuat dakwah Muhammadiyah Jateng,” tegas Wahyudi yang juga merupakan dosen Fakultas Tarbiyah UIN Walisongo itu.

Oleh karena itu, PWM Jawa Tengah mendorong Muhammadiyah Kota Semarang untuk terus melakukan inovasi dalam pengelolaan organisasi. Langkah ini sangat penting guna memastikan bahwa gerakan Islam yang berkemajuan tetap relevan dengan kebutuhan zaman.

Sebagai penutup, para pimpinan menyepakati evaluasi berkala terhadap program-program strategis yang sudah mereka canangkan. Seluruh jajaran pimpinan berkomitmen untuk meningkatkan frekuensi komunikasi guna meminimalisir kendala koordinasi di lapanga

Berita terkait:

Jawab Tantangan PWM, Muhammadiyah Kota Semarang Siap Resmikan Rumah Sakit Tertinggi di Ibukota Jateng

Tinggalkan Cara Lama! Digitalisasi Organisasi Kini Menyentuh Akar Rumput di Semarang

Kontributor: Rizqi Aulia
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: