Jawab Tantangan PWM, Muhammadiyah Kota Semarang Siap Resmikan Rumah Sakit Tertinggi di Ibukota Jateng
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Merespon dorongan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah agar menjadi pionir organisasi, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang siap meresmikan Ibrahim Tower bertingkat 13 RS Roemani Muhammadiyah sebagai ikon kebanggaan fasilitas kesehatan kota. Peresmian akan dilakukan pada Senin (4/5/26) mendatang oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Respons agresif Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang ini merujuk pada pengembangan infrastruktur kesehatan. Fasilitas megah ini menjadi bukti kesiapan daerah tersebut memimpin inovasi dan memperkuat layanan medis di ibu kota provinsi.
Ketua PDM Kota Semarang, Dr. Fachrur Rozi, M.Ag, menyatakan bahwa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang kesehatan merupakan identitas kuat organisasi di wilayahnya. Ekspansi fasilitas ini menempatkan organisasi pada posisi strategis.
“Nah terkait dengan kota Semarang, alhamdulillah ikon Muhammadiyah Semarang kan ada pada Rumah Sakit Roemani. Alhamdulillah tadi sudah kami sampaikan Insya Allah sebentar lagi akan kita resmikan Ibrahim Tower ya. Rumah Sakit Roemani dengan jumlah lantai sampai 13 lantai yang Alhamdulillah tampaknya kalau tidak keliru menjadi gedung rumah sakit tertinggi di kota Semarang,” ujar Dr. Fachrur Rozi kepada muhammadiyahsemarangkota.org seusai acara silaturahim PWM Jateng dengan jajaran PDM dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah se-kota Semarang, Selasa (28/4/26).
Gedung vertikal tersebut akan melengkapi deretan fasilitas kesehatan Semarang yang modern dan terintegrasi. Selanjutnya, PDM akan terus memantau manajemen operasional rumah sakit demi menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.
“Ini menjadi salah satu unggulan kota Semarang yang akan kemudian terus kita dorong agar ini terjaga dengan baik,” ujar Dr. Fachrur Rozi.
Perluasan Pendidikan dan Percepatan Administrasi
Selain fokus pada Ibrahim Tower RS Roemani Muhammadiyah Semarang, pimpinan daerah turut menggenjot sektor pendidikan berstandar global. Mereka menyiapkan lahan strategis untuk merintis sekolah unggulan kelas internasional, mengadopsi kesuksesan amal usaha di daerah lain. Strategi ini menerapkan prinsip taawun atau kerja sama antar daerah di lingkungan persyarikatan.
Pada saat yang sama, pembenahan administratif menjadi target krusial. Pimpinan daerah memacu kesekretariatan untuk menuntaskan digitalisasi data organisasi. Pendataan ini menyasar 19 pimpinan cabang yang tersebar di seluruh penjuru kota.
“Mudah-mudahan ini bisa dilakukan percepatan oleh kesekretariatan agar pendataan SatuMu (program digitalisasi anggota Muhammadiyah, Red.) bisa terselesaikan,” ujar Dr. Fachrur Rozi.
Penyelesaian basis data yang rapi akan menyempurnakan wajah Muhammadiyah Kota Semarang sebagai organisasi percontohan yang unggul secara fisik maupun administratif.
Berita terkait:
PWM Jateng Dorong Muhammadiyah Kota Semarang Jadi Pionir Organisasi
RS Roemani Resmi Topping Off Tower Ibrahim: Tingkatkan Layanan Kesehatan Masyarakat