Mengejar Pahala Umrah hingga Ketemu Bakso, Intip Serunya City Tour Jemaah Haji Semarang di Madinah
MADINAH, muhammadiyahsemarangkota.org – Rombongan jemaah haji Kloter 28 SOC KBIHU Muhammadiyah Kota Semarang mengisi waktu luang dengan menggelar city tour mengunjungi berbagai tempat bersejarah di Madinah, Ahad (3/5/2026). Selain mengejar pahala setara umrah di Masjid Quba, para jemaah juga asyik menikmati suasana santai dengan menyantap bakso di kawasan kebun kurma.
Setelah melaksanakan berbagai rangkaian ibadah wajib, rombongan memanfaatkan waktu luang untuk menyusuri jejak sejarah Islam. Kegiatan city tour jemaah haji Semarang ini tentu tidak sekadar jalan-jalan biasa. Selanjutnya, para jemaah langsung menuju destinasi pertama yang sangat istimewa, yakni Masjid Quba.
Kepada muhammadiyahsemarangkota.org, petugas Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) kloter 28 SOC Ustad Drs. H. Nurbini, MSI menjelaskan bahwa kunjungan ke Masjid Quba memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi. Ia lantas mengingatkan para jemaah tentang hadis Nabi Muhammad SAW mengenai keistimewaan tempat ibadah tersebut.
“Siapa yang berwudu dari rumah, kemudian datang ke Masjid Quba, baik dengan jalan kaki maupun berkendaraan, kemudian salat dua rakaat, maka akan mendapatkan pahala seperti umrah,” ujar Ustadz Nurbini mengutip sabda Rasulullah.
Berburu Jajanan di Kebun Kurma dan Napak Tilas Jabal Uhud
Setelah berhasil meraih keutamaan Masjid Quba, perjalanan pun berlanjut menuju area kebun kurma. Di lokasi ini, suasana hangat dan santai sangat terasa menyelimuti rombongan. Menariknya, jemaah asyik memilih berbagai buah tangan untuk keluarga tercinta di Tanah Air.
Bahkan, mereka tidak hanya memborong aneka jenis kurma segar. Rombongan juga tampak membeli cokelat, menikmati jus, hingga menyantap bakso khas Indonesia. Pengalaman kuliner ringan ini otomatis menjadi hiburan tersendiri bagi jemaah KBIHU Muhammadiyah Semarang di sela-sela padatnya jadwal beribadah.
Usai asyik berbelanja, bus rombongan langsung bergerak menuju Jabal Uhud. Lokasi bersejarah ini jelas menyimpan memori penting tentang heroisme Perang Uhud di masa lampau. “Jabal Uhud merupakan salah satu jabal atau gunung yang ada di surga,” tegas Ustadz Nurbini untuk memotivasi para jemaah.
Sayangnya, rombongan terpaksa tidak bisa turun di dua lokasi terakhir, yaitu Masjid Qiblatain dan Masjid Sab’ah. Kondisi ini terjadi akibat keterbatasan area parkir bus di kawasan tersebut.
Meskipun demikian, jemaah tetap antusias dan merasa bersyukur karena bisa melintasi serta melihat langsung tempat-tempat bersejarah itu.
Pantau terus laporan terkini jemaah haji Muhammadiyah, Kloter 28 SOC Semarang, langsung dari Tanah Suci. Hanya di Muhammadiyahsemarangkota.org