Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Dam Haji Pulang Kampung, Strategi Baru Muhammadiyah Semarang Lawan Kelaparan

13 Mei 2026, 11:59 WIB • 2 menit baca
Foto dokumentasi rapat koordinasi di sebuah aula besar. Di bagian depan, terdapat meja pimpinan dengan beberapa narasumber pria yang mengenakan batik dan peci hitam. Salah satu pimpinan sedang berbicara di depan mikrofon. Di depan mereka, puluhan peserta pria yang mengenakan seragam batik Muhammadiyah (batik dasar krem dengan motif hijau) duduk rapi di barisan kursi yang memenuhi ruangan. Suasana tampak khidmat dan terorganisir dengan latar belakang spanduk kegiatan di dinding aula.
Ketua LPHU PDM Kota Semarang, Ahmad Furqon (tengah), saat memimpin rapat koordinasi penyembelihan Dam Haji di tanah air pada Selasa (12/5/2026). Program inovatif ini bertujuan untuk mengalihkan distribusi protein hewan Dam jemaah haji dari Tanah Suci ke lingkungan domisili asal jemaah di Semarang demi membantu warga prasejahtera lokal.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Tradisi penyembelihan hewan Dam bagi jemaah haji kini memasuki babak baru yang jauh lebih berdampak bagi warga lokal. Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) Muhammadiyah Kota Semarang secara resmi memperkenalkan program penyembelihan Dam di tanah air. Terobosan ini mengacu pada fatwa terbaru Majelis Tarjih Muhammadiyah tahun 2026 yang mengutamakan kemaslahatan umat di Indonesia.

Pertemuan strategis ini berlangsung di aula lantai 5 Gedung PDM Kota Semarang pada Selasa (12/5/2026). Rapat koordinasi tersebut melibatkan seluruh pimpinan cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kota Semarang untuk mematangkan teknis di lapangan. Inisiatif ini muncul untuk memastikan manfaat protein hewan kurban benar-benar menyentuh fakir miskin di sekitar domisili jemaah.

“Kemanfaatan dan kemaslahatannya jauh lebih besar apabila jemaah haji menyembelih hewan damnya di tanah air agar dagingnya bisa dinikmati fakir miskin kita,” tegas Ketua LPHU PDM Kota Semarang, Ahmad Furqon.

Syariat yang Membumi: Distribusi Protein untuk Tetangga Dekat

Ahmad Furqon memaparkan bahwa mayoritas jemaah Indonesia memilih jenis Haji Tamattu yang mewajibkan penyembelihan hewan. Selama ini, jemaah menjalankan proses tersebut di tanah suci tanpa mengetahui secara pasti siapa penerima manfaatnya. Kini, LPHU mendorong pendistribusian 147 ekor hewan Dam ke 19 cabang Muhammadiyah di tingkat kecamatan seluruh Kota Semarang.

Setiap pimpinan cabang akan mengelola sekitar tujuh hingga delapan ekor hewan untuk aksi sosial ini. Program tersebut selaras dengan surat edaran Kementerian Haji dan Umrah yang memberi lampu hijau bagi pelaksanaan Dam di dalam negeri. Muhammadiyah memastikan jemaah tetap sah menjalankan syariat sekaligus mampu membantu kebutuhan pangan tetangga terdekat mereka.

“Kami mengajak jemaah KBIH menyembelih Dam lewat lembaga resmi agar mekanisme distribusinya tepat sasaran dan memenuhi syarat hewan kurban,” jelas pakar haji tersebut.

Gotong Royong Cabang: Mempererat Silaturahmi Lewat Ibadah

LPHU mengatur mekanisme distribusi daging berdasarkan alamat domisili asli dari setiap jemaah haji. Strategi ini memungkinkan tetangga atau warga kurang mampu di sekitar rumah jemaah merasakan langsung dampak ibadah tersebut. Hal ini membangun ikatan emosional yang kuat antara jemaah yang beribadah di Mekkah dengan lingkungan sosialnya di tanah air.

Panitia terus mengebut persiapan mulai dari pemilihan hewan berkualitas hingga kesiapan tim pelaksana di setiap kecamatan. Muhammadiyah berharap gerakan masif ini menginspirasi jemaah lain untuk mempraktikkan hal serupa pada masa mendatang. Semangat berbagi ini membuktikan bahwa ibadah haji memiliki dimensi sosial yang nyata bagi kemanusiaan.

“Kami mengusahakan distribusi daging berdasarkan domisili jemaah agar manfaatnya sampai kepada orang-orang terdekat mereka,” pungkas Ahmad Furqon saat menutup sesi koordinasi.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: