Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.
Tabligh 4 menit baca

Keutamaan Bulan Zulhijah, Panen Raya Pahala di 13 Hari Pertama

Drs. H. Danusiri, M.Ag.

Komisi Dakwah MUI Kota Semarang, Wakil Ketua PDM Kota Semarang, Dosen Al Islam dan Kemuhammadiyahan Unimus

Keutamaan Bulan Zulhijah, Panen Raya Pahala di 13 Hari Pertama
ILUSTRASI – Membaca Al-Qur'an, memperbanyak zikir, dan menjalankan puasa sunah sembilan hari pertama merupakan amalan utama di bulan Zulhijah yang pahalanya setara dengan amalan mati

Umat Islam di Indonesia segera menyambut hari raya Iduladha secara serempak. Menjelang momen agung tersebut, kita bersiap memasuki masa panen raya pahala. Momentum ini menawarkan keutamaan Bulan Zulhijah yang sangat luar biasa sebagai ladang beramal. Oleh karena itu, mari kita bedah ragam amalan Bulan Zulhijah agar tidak melewatkan kesempatan emas ini.

Jadwal Puasa Zulhijah

Berdasarkan kalender Ummul Qura Arab Saudi, Hari Raya Iduladha tahun 2026 jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026. Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) juga menetapkan hari Iduladha pada tanggal yang sama. Keserempakan ini tentu membuat syiar agama Islam semakin terasa menyenangkan karena hilangnya perbedaan waktu.

Jika kita hitung mundur dari 27 Mei, tanggal 1 Zulhijah jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa 10 hari pertama bulan Zulhijah merupakan ladang amal. Mulai tanggal 1 Zulhijah, umat Islam bisa mengunduh pahala yang keutamaannya tak terhitung jumlahnya.

Hadis Keutamaan 10 Hari Pertama Zulhijah

Rasulullah SAW bersabda mengenai istimewanya waktu tersebut:

مَا مِنْ أَيَّامٍ اَلْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ، يَعْنِيْ أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَلاَ الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلاَ الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ، إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ.

Artinya: Tidak ada hari, suatu amal sholeh lebih dicintai Allah ‘Azza waJalla melebihi amal sholeh yang dilakukan di hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama, Dzulhijjah.  Para sahabat bertanya, Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad di jalan Allâh? Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Termasuk lebih utama dibanding jihad di jalan Allâh, kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya ke medan jihad dan tidak ada satu pun yang kembali, alias mati syahid) – HR Bukhari:  Turmudzi: 688, Abu Dawud: 2082, Ibnu Majah: 1717, Ahmad: 3059).

Riwayat ad-Darimi: 1709 lebih eksplisit bahwa yang dimaksud adalah فِي عَشْرِ الْأَضْحَى (sepuluh hari pertama).

Adapun ibadah sehari penuh tanpa jeda semenitpun hanya dapat kita lakukan melalui puasa. Jadi, puasa 9 hari, ibaratnya panen raya pahala.

Sementara itu, para ulama menafsirkan ayat: Wal Fajri walayâlil ‘asyr (QS al-Fajr: 1-2) adalah waktu fajar hilal Zulhijah lalu bersambung 10 malam-malamnya.

Dengan demikian, munasabah (korelasi) antara ayat Alquran dan sabda Nabi di atas adalah 10 hari siang malam merupakan ladang amal dan panen raya, seraya-rayanya.

Terapan ibadahnya, selain yang pokok, shalat matubah harian, adalah puasa di hari siangnya dan tahajud (zikir, shalat malam, membaca Alquran) di malam-malamnya. 

Hadis Keutamaan 3 Hari Tasyrik

Hadis semakna lainnya dalam keutamaan bulan Zulhijah menyebutkan:

عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال ما العمل في أيام أفضل منها في هذه قالوا ولا الجهاد قال ولا الجهاد إلا رجل خرج يخاطر بنفسه وماله فلم يرجع بشيء

Artinya: Tidak ada amal pada suatu hari yang lebih utama dari amal pada hari-hari (tasyriq) ini. Para sahabat berkata, Tidak juga jihad? Beliau menjawab, Tidak juga jihad. Kecuali seseorang yang keluar dari rumahnya dengan mengorbankan diri dan hartanya (di jalan Allah), lalu dia tidak kembali lagi (HR Bukhari: 916),

Maksud kata ayyâm di atas adalah hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Bagi yang tidak haji bersyukur sebanyak-banyak di hari tasyrik dan pesta makan yang paling enak dengan bahan dasar olahan dari kambing, sapi, dan unta.  

Singkatnya ibadah apapun bentuknya, sejauh sesuai syariat, keutamaannya setimbang mati syahid bersama habisnya bekal dalam berjihad.

Puasa tarwiyah dan ‘arafah yang keutamaannya bisa menghapus dosa setahun masa lalu dan setahun yang akan datang (HR Muslim: 1162), sebenarnya sudah sudah terserap ke dalam keutamaan puasa 9 hari.

Demikianlah keutamaan bulan zulhijah, khususnya pada 10 hari pertama plus 3 hari tasyrik.

Editor: Agung S Bakti
Isi artikel adalah tanggung jawab kontributor sepenuhnya.
Bagikan: