Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Pemulihan Pascabencana: Muhammadiyah Gempur Banjir Purwoyoso Ngaliyan Semarang dengan Servis Motor Gratis

23 Mei 2026, 10:26 WIB 4 menit baca
Siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Semarang sedang memperbaiki mesin sepeda motor warga yang rusak akibat terendam lumpur banjir Ngaliyan Semarang di posko darurat Kelurahan Purwoyoso.
Sejumlah siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Semarang membersihkan komponen mesin sepeda motor warga yang terdampak banjir bandang di Kelurahan Purwoyoso, Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (22/5/2026).

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org — Warga langsung menyerbu posko layanan darurat di Kelurahan Purwoyoso untuk memulihkan armada transportasi mereka. Langkah cepat ini menjadi krusial setelah banjir bandang menerjang kawasan tersebut beberapa waktu lalu. Guna mempercepat penanganan, jaringan relawan setempat bergerak taktis mengatasi kelumpuhan mobilitas akibat banjir ngaliyan semarang.

Sebagai aksi konkret, Muhammadiyah Kota Semarang segera menggelar bantuan banjir semarang berupa perbaikan kendaraan roda dua secara cuma-cuma. Program taktis ini bertujuan memulihkan kembali aktivitas harian masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, relawan juga menyajikan info banjir Purwoyoso ngaliyan yang aktual mengenai penanganan dampak bencana di lapangan.

Motor Warga Mati Total Akibat Lumpur

Aksi kemanusiaan yang berpusat di belakang Masjid Al Huda Purwoyoso ini menyasar kendaraan roda dua yang rusak parah. Banjir bandang merendam mesin motor warga hingga mati total karena kemasukan lumpur pekat. Oleh karena itu, gerakan kolaboratif ini segera menyatukan berbagai simpul relawan untuk meringankan duka masyarakat.

Beberapa lembaga yang bergerak aktif di lapangan meliputi Lazismu Semarang, MDMC Kota Semarang, PCM, hingga SMK Muhammadiyah 2 Kota Semarang. Sinergi ini membawa solusi nyata bagi warga yang kehilangan sarana transportasi utama. Melalui program pemulihan pasca banjir tersebut, para relawan berfokus menyelamatkan aset penting penopang ekonomi keluarga.

Untuk mewujudkan hal itu, sebanyak 10 siswa bersama guru pendamping dari SMK Muhammadiyah 2 Kota Semarang terjun langsung ke lokasi. Para mekanik muda ini bergerak cepat menangani setiap kendaraan yang masuk ke posko. Selanjutnya, mereka membersihkan ruang mesin, mengganti oli, serta memeriksa seluruh sistem kelistrikan. Langkah teknis melalui servis gratis smk ini memastikan setiap kendaraan kembali aman untuk aktivitas harian warga.

Dukungan Logistik dan Waktu Operasional Bengkel

Gerakan taktis di lapangan ini mendapat dukungan penuh dari segi pendanaan agar tidak membebani warga terdampak. Dalam hal ini, Lazismu Semarang mengambil peran krusial untuk menjamin ketersediaan suku cadang dan kebutuhan teknis para montir.

“Sebagai respon lanjutan, Lazismu kembali menyupport aksi persyarikatan Muhammadiyah untuk korban banjir Purwoyoso. Melalui pelaksanaan servis motor gratis ini, Lazismu mengcover seluruh biaya operasional dan menyediakan oli mesin yang dapat ditebus oleh warga sebesar 50% dari harga asli. Semoga langkah ini menjadi pelengkap kebermanfaatan Muhammadiyah untuk semua,” ujar Thomi Setiawan.

Di sisi lain, pihak sekolah menjelaskan bahwa pengerjaan motor-motor ini memiliki batas waktu karena tingkat kerusakan yang cukup kompleks. Banyak kendaraan memerlukan penanganan ekstra akibat kemasukan air dalam jumlah banyak.

“Per hari ini Jumat (22/5/2026) ada 15 unit motor. Peran Lazis sangat membantu khususnya buat anak-anak dan teman-teman semua. Itu yang video ikonik banget karena banyak kemasukan air, bengkel dibuka hanya dua hari sampai besok,” ujar Pudjiarto Made selaku Wakil Kepala SMK Muhammadiyah 2 Semarang.

Kolaborasi Total Pemulihan Pascabencana

Sementara itu, Ketua MDMC Kota Semarang, Mustam Efendi, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian persyarikatan. Menurutnya, dampak bencana harus direspon dengan aksi konkret yang meringankan beban hidup masyarakat.

“Kami dari SMK Muhammadiyah 2 Kota Semarang atas instruksi dari PDM dan Lazismu Pimpinan Daerah Kota Semarang serta MDMC, menyiapkan beberapa SDM untuk meringankan beban korban bencana banjir. Alhamdulillah dari tadi pagi sampai siang ini kami sudah menyelesaikan hampir 15 motor,” ujar Mustam Efendi.

Setelah merampungkan belasan kendaraan, Mustam Efendi juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak di wilayah Ngaliyan. Ia memuji ketangguhan para relawan lokal yang bahu-membahu sejak awal terjadinya bencana.

“Kami ucapkan terima kasih dan semangat kepada warga dan PCM Ngaliyan yang sudah bekerja keras. Kami hanya membantu. Kami dari MDMC Kota Semarang dan SMK Muhammadiyah 2 Kota Semarang berharap semua selalu sehat dan tangguh,” kata Mustam Efendi.

Sisi Lain: Pendidikan Karakter Berbasis Empati

Aksi nyata ini mendapat sambutan yang luar biasa dari warga Purwoyoso. Banyak warga mengaku sangat terbantu karena biaya perbaikan motor di bengkel umum saat ini terhitung mahal. Padahal, sebagian besar korban banjir masih harus berfokus pada pemenuhan kebutuhan pokok dan pemulihan ekonomi keluarga yang sempat lumpuh.

Di sisi lain, agenda kemanusiaan ini sekaligus menjadi ruang pendidikan karakter bagi para siswa yang terlibat. Selain mempraktikkan keterampilan mekanik, para pelajar ini juga melatih diri untuk mengasah kepedulian sosial mereka. Melalui kontribusi tersebut, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk selalu hadir memberikan manfaat langsung kepada masyarakat luas.

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: