Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Tertampar Khutbah Iduladha 2026: Gadget dan Hawa Nafsu Diam-Diam Hancurkan Keluarga

27 Mei 2026, 18:22 WIB 3 menit baca
Ratusan jemaah Muhammadiyah menyimak pesan Khutbah Iduladha 2026 oleh Dr. Bunyamin di Halaman Badiklat Hukum dan HAM Jawa Tengah, Ngaliyan.
Ratusan jemaah mendatangi Halaman Badiklat Hukum dan HAM Jawa Tengah dalam pelaksanaan shalat Ied di lingkungan PCM Ngaliyan. Di lokasi ini, Dr. Bunyamin menyampaikan pesan Khutbah Iduladha 2026 yang menyoroti pentingnya ketaatan hati dan menyembelih hawa nafsu.

NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org“Tinggal bersama tetapi tidak benar-benar saling mengenal,” menjadi kalimat telak dalam Khutbah Iduladha 2026 yang menyadarkan ribuan orang tua tentang bahaya laten media sosial. Peringatan krisis keluarga digital ini menggema dalam pelaksanaan shalat Ied serentak di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngaliyan pada hari ini.

Tiap-tiap Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) bersama PCM mengoordinasikan langsung pelaksanaan ibadah ini. Tercatat ada empat lokasi strategis salat ied di Muhammadiyah Ngaliyan untuk memfasilitasi banyaknya jemaah yang hadir.

Krisis Keluarga Digital di Era Modern

Ustadz Dr. H. Sofa Muthohar, M.Ag., menyampaikan peringatan keras mengenai tantangan parenting ini dalam khutbah Iduladha 2026 di Halaman Kantor Kelurahan Bambankerep. PRM Kalipancur bertindak sebagai pelaksana kegiatan dan menggelar ibadah shalat Iduladha di lokasi tersebut untuk pertama kalinya..

Ketua PRM Kalipancur, Supadi, menyatakan rasa syukur yang mendalam atas kesuksesan ibadah perdana ini. “Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari masyarakat serta aparat kelurahan yang meminjamkan tempat,” ujar Supadi.

Dalam khutbahnya, Ustadz Sofa mengingatkan jemaah mengenai ancaman gawai terhadap masa depan anak. “Hari ini rumah-rumah di era digital, sering penuh fasilitas tetapi miskin percakapan,” ujarnya di hadapan para jemaah.

Lebih lanjut, Sekretaris Majelis Tabligh PDM Kota Semarang itu menegaskan bahwa keluarga modern sering kehilangan esensi kebersamaan meski berada di bawah satu atap. “Orang tua banyak yang sibuk bekerja, anak sibuk dengan gadget-nya, Tinggal bersama tetapi tidak benar-benar saling mengenal,” tambahnya menegaskan.

Pendidikan Akhlak Menggema di Ngaliyan Square

Ratusan jemaah juga mendengarkan gaung teguran serupa dalam pelaksanaan shalat Ied di area Parkir Ngaliyan Square, Jl. Prof. Dr. Hamka. Di lokasi ini, Ustadz Dr. H. Ahmad Furqon, Lc., MA., memberikan catatan kritis mengenai pergeseran nilai dalam pendidikan anak. Wakil Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf PWM Jawa Tengah ini menilai para orang tua saat ini terlalu fokus pada pencapaian materiil dan intelektual semata.

“Hari ini banyak orang tua sibuk mencarikan anak sekolah terbaik, sibuk menyiapkan masa depan ekonomi anak, tetapi lupa menyiapkan akhlaknya, imannya, dan kedekatannya dengan Allah,” tegas Furqon dalam penyampaian khutbahnya.

Akibat fatal dari pengabaian ini adalah munculnya generasi yang sukses secara duniawi namun memiliki moral yang rusak. Kondisi tersebut semakin memperparah bahaya kecanduan gadget anak yang dengan mudah menjauhkan mereka dari tuntunan agama.

Melatih Ketaatan Hati Kunci Ketahanan

Melengkapi pesan ketahanan keluarga tersebut, Dr. H. Bunyamin, M.Pd., menyampaikan tausiyahnya di Halaman Badiklat Hukum dan HAM Jawa Tengah, Jl. Raya Moch. Ichsan. Wakil Ketua PDM Kota Semarang itu menyoroti akar masalah dari segala krisis masyarakat kekinian. Ia mengingatkan umat bahwa kurban hakikatnya melatih hati agar bersih dari hawa nafsu.

“Kalau hati kita tidak dilatih taat seperti Ibrahim, maka masyarakat rusak karena dipenuhi orang yang nurut hawa nafsu, bukan mengikuti perintah Allah SWT,” ujar Dr. Bunyamin menohok keegoisan personal.

Sementara itu, semarak shalat Ied di bawah naungan PCM Ngaliyan juga berlangsung khidmat di titik keempat, yakni di Halaman MI Muhammadiyah Dondong, kawasan Wonosari. PRM Wonosari memotori ibadah ini dan mendaulat Ustadz H. Mafakhir, M.Ag. untuk mengisi mimbar khutbah.

Melalui rangkaian khutbah Iduladha 2026 di seluruh titik tersebut, para penceramah mengharapkan momentum kurban tahun ini bukan sekadar rutinitas menyembelih hewan. Lebih dari itu, mereka mendorong umat Islam untuk berani menyembelih ego, kemalasan, dan keserakahan demi menyelamatkan masa depan keluarga.

Bagikan: