Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Makna Iduladha: Jangan-Jangan Hati Kita yang Telah Mati

27 Mei 2026, 20:02 WIB 3 menit baca
Ustadz Awang Udoro menyampaikan khutbah makna kurban Iduladha 1447 H di hadapan jamaah Masjid At Taqwa Pedurungan Lor Semarang.
Khotib Ustadz Awang Udoro, A.Md, saat menyampaikan khutbah reflektif mengenai makna kurban Iduladha di halaman Masjid At Taqwa, Pedurungan Lor, Semarang, Rabu (27/5/2026).

PEDURUNGAN, muhammadiyahsemarangkota.org Bukan hanya ritual menyembelih hewan, momentum perayaan Iduladha 1447 H di Pedurungan Lor, Semarang, justru menjadi refleksi tajam sekaligus tamparan keras bagi kualitas keimanan umat Muslim saat ini melalui pemaknaan mendalam akan makna kurban Iduladha.

Suasana khidmat menyelimuti para jamaah yang memadati halaman parkir Masjid At Taqwa pada Rabu (27/05/26). Pada Halaman masjid At Taqwa Pedurungan Lor Kota Semarang. Rangkaian ibadah shalat Id yang diselenggarakan oleh PRM Pedurungan Lor tersebut dipimpin oleh Ustadz Sahirul Alim Al Hafizh selaku imam.

Namun, suasana seketika berubah menjadi penuh haru dan kontemplasi saat Ustadz Awang Udoro, A.Md, naik ke mimbar. Ia menyampaikan khutbah reflektif mengenai esensi sejati dari ibadah tahunan umat Islam tersebut.

Ciri Hati yang Keras dalam Islam

Dalam khutbahnya, Ustadz Awang Udoro mengingatkan bahwa esensi hari raya kurban bukan sekadar ritual menyembelih hewan. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi cermin untuk menilai kualitas ketakwaan manusia yang kerap tergerus zaman.

Ia menyoroti bagaimana manusia modern begitu mudah kehilangan kepekaan ruhiyah. Akibatnya, banyak individu yang mulai menunjukkan ciri hati yang keras dalam Islam tanpa mereka sadari.

“Setiap tahun kita mengasah pisau qurban hingga tajam. Tetapi pada saat yang sama, jangan-jangan iman kita justru semakin tumpul, dan ketakwaan kita semakin berkarat,” ungkap Ustadz Awang Udoro di hadapan ratusan jamaah.

Menurutnya, kondisi batin yang bebal membuat seseorang sulit menerima kebaikan. “Pisau qurban diasah setiap tahun. Tetapi banyak hati manusia justru makin tumpul terhadap nasihat,” tegas Ia.

Ia menambahkan bahwa hati yang mulai membatu biasanya ditandai dengan rasa berat untuk menangis dalam doa. Manusia juga menjadi enggan mengorbankan waktu, tenaga, maupun harta demi kebajikan.

Solusi Self-Healing Islami Melalui Kisah Ibrahim

Selain menyentil kondisi batin dewasa ini, khutbah tersebut juga mengulas tantangan berat para orang tua di era digital. Banyak keluarga yang kini merasa kesulitan mendidik dan mengajak anak-anak mereka kepada kebaikan.

Sebagai bentuk self-healing islami dan solusi atas krisis moral tersebut, Ia mengajak jamaah merenungkan kembali keteguhan hati Nabi Ismail AS. Di usia yang masih sangat muda, Nabi Ismail AS mampu menunjukkan puncak ketaatan saat sang ayah mendapat perintah Allah SWT.

Kepatuhan mutlak keluarga Nabi Ibrahim AS inilah yang seharusnya menjadi cetak biru dalam membangun ketahanan spiritual keluarga modern. Ibadah kurban adalah simbol penyerahan diri total untuk menyembuhkan jiwa yang kering dari nilai-nilai ketuhanan.

Ustadz Awang Udoro kemudian menutup khutbahnya dengan sebuah kalimat retoris yang menggetarkan hati seluruh jamaah di lokasi. “Jangan-jangan yang mati bukan hewan qurban… tetapi hati kita sendiri,” pungkas Ia.

Agenda Penyembelihan Hewan Kurban

Setelah rangkaian ibadah shalat dan khutbah selesai, pengurus takmir masjid segera bersiap untuk mengagendakan tahapan ibadah berikutnya. Gotong royong warga pun langsung terlihat di sekitar lokasi masjid.

Ketua Takmir Masjid At Taqwa Pedurungan Lor, H. Umar Ma’ruf, memastikan bahwa prosesi pemotongan hewan kurban tidak langsung berlangsung hari ini. Pihak panitia telah menyusun jadwal agar pelaksanaan berjalan tertib.

Penyembelihan hewan kurban akan dilaksanakan besok pagi, Kamis, 28 Mei 2026, mulai pukul 07.00 WIB. Pada tahun ini, panitia akan menyembelih sejumlah 4 ekor sapi dan 8 ekor kambing.

Guna menjaga kebersihan lingkungan fasilitas umum, seluruh aktivitas pemotongan akan dipusatkan di lokasi khusus. Panitia menempatkan area penyembelihan di belakang rumah Ketua PRM Pedurungan Lor, H. Setiyono.

Kontributor: Tim Media Masjid At Taqwa Pedurungan
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: