Dianggap Akuntabel, Warga Non Persyarikatan Banyak Percayakan Hewannya Kurban di Muhammadiyah Semarang
BANYUMANIK, muhammadiyahsemarangkota.org – Sebuah momentum menarik terjadi pada perayaan Idul Adha Semarang saat sejumlah warga simpatisan dan masyarakat umum kompak menitipkan hewan kurban mereka ke pengurus ranting setempat karena alasan transparansi pengelolaan.
Aktivitas penyembelihan yang berlangsung di Area Ruko depan Ditreskrimsus Polda Jateng, Jl. Sukun Raya, Kecamatan Banyumanik pada Rabu (27/05/2026) tersebut berjalan khidmat. Panitia mencatat sebanyak 5 ekor Sapi berhasil dihimpun untuk disembelih dan didistribusikan secara inklusif.
Ketua PRM Srondol Wetan, H. Sunandar Setiawan, S.Sos., menjelaskan bahwa komposisi pekurban tahun ini tidak hanya berasal dari internal organisasi. Fenomena ini menunjukkan adanya sinergi sosial yang kuat di akar rumput.
“Jumlah kurban itu pada tahun ini hanya 5 ekor Sapi. Itu pun terdiri dari memang utamanya dari teman-teman anggota Muhammadiyah, tapi sebagian juga dari masyarakat simpatisan dan lain sebagainya,” ujar Sunandar saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia menegaskan bahwa agenda tahunan ini sengaja dirancang untuk merangkul semua lapisan. Panitia berkomitmen menjaga keterbukaan agar seluruh masyarakat sekitar bisa merasakan dampak langsung keberadaan organisasi.
“Jadi tidak terfokus kepada orang-orang Muhammadiyah seluruhnya, tapi namun demikian kenapa kita selalu menyelenggarakan, adalah karena kita berorientasi kepada, kita sebagai pimpinan ranting itu sesungguhnya ingin memberikan motivasi kepada warga,” lanjut Sunandar.
Transparansi Jadi Kunci Utama
Langkah taktis pengurus tingkat ranting ini mendapat apresiasi langsung dari pimpinan cabang. Manajemen kepanitiaan dinilai berhasil membuktikan bahwa keterbukaan informasi mampu membangun akuntabilitas yang diakui oleh publik luas.
Ketua PCM Banyumanik, Drs. H. Maskuri, M.Pd., yang hadir memantau lokasi, mengaku bangga dengan capaian tersebut. Ia melihat ada sentimen positif yang tumbuh subur di tengah masyarakat Srondol Wetan.
“Saya sangat mengapresiasi sekali dengan apa yang telah dilaksanakan oleh PRM Srondol Wetan ini, karena kegiatan kurban yang diselenggarakan sudah berulang kali setiap tahunnya itu mendapatkan satu perhatian dan kepercayaan masyarakat yang cukup luar biasa,” ungkap Maskuri.
Maskuri menambahkan, kepatuhan panitia terhadap regulasi dan syariat menjadi magnet utama bagi warga luar. Hal ini membuat masyarakat tidak ragu menyerahkan amanah hewan kurban mereka.
“Salah satu di antaranya informasinya ternyata tidak semua yang kurban itu adalah warga atau jemaah Muhammadiyah. Ada juga beberapa orang di luar warga atau jemaah Muhammadiyah. Ini menunjukkan adanya satu kepercayaan yang cukup baik lah,” tambah Maskuri.
Distribusi Inklusif dan Target Kedepan
Seluruh paket daging dari 5 ekor Sapi ini langsung dikemas untuk disalurkan hari ini juga. Panitia memastikan proses distribusi menyasar warga yang benar-benar membutuhkan tanpa memandang latar belakang kelompok.
Kerja keras bapak-bapak pengurus ranting juga mendapat sokongan penuh dari ibu-ibu Ranting Aisyiyah Srondol Wetan yang mengawal proses teknis di lapangan. Sinergi ini diharapkan mampu menggugah kesadaran berkurban yang lebih masif pada tahun-tahun mendatang.
Melalui kesuksesan kolaborasi inklusif ini, PCM Banyumanik berencana menduplikasi sistem manajerial PRM Srondol Wetan ke ranting-ranting lain di wilayah Semarang guna mengoptimalkan potensi syiar dan pelayanan publik.