Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Pasca-Armuzna, Perjuangan Jemaah Haji Semarang Tuntaskan Tawaf Ifadah Bikin Haru!

5 Juni 2026, 11:08 WIB • 3 menit baca
Suasana malam hari jemaah haji lansia dan risti asal Semarang yang duduk di kursi roda berbaris rapi di depan hotel Rose Almasheir Makkah bersiap menuju Masjidil Haram.
Rombongan jemaah haji lansia dan kategori risiko tinggi (risti) asal Semarang saat bersiap di depan hotel pemondokan sebelum bertolak menuju Masjidil Haram, Makkah, Senin (1/6/2026) malam. Melalui strategi matang petugas kloter, perjuangan jemaah haji ini berjalan lancar dibantu fasilitas golf car di dalam area masjid.

MAKKAH, muhammadiyahsemarangkota.org – Kabar terbaru datang langsung dari tanah suci mengenai kondisi para tamu Allah asal Kota Semarang. Usai melewati fase krusial di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), jemaah haji yang tergabung dalam kloter 28 SOC kini telah kembali ke hotel di Makkah.

Laporan langsung ini disampaikan secara eksklusif oleh Petugas TPIHI kloter 28 SOC sekaligus Pembimbing KBIHU Muhammadiyah Kota Semarang, Ustaz Drs. Nurbini, M.S.I. pada Jumat (5/6/2026) dini hari, Nurbini membagikan kisah perjuangan jemaah haji Semarang yang penuh haru dalam menyelesaikan rukun haji mereka.

Nurbini menjelaskan bahwa jemaah mengambil pilihan Nafar Tsani di Mina. Alhasil, prosesi lempar jumrah berlangsung penuh selama empat hari, yaitu pada tanggal 10 hingga 13 Zulhijah.

“Pada 13 Zulhijah, jemaah melaksanakan lempar jumrah bakda subuh. Setelah itu, sekitar jam setengah delapan pagi, jemaah mulai diberangkatkan kembali menuju hotel di Makkah,” ujar Nurbini eksklusif kepada Muhammadiyahsemarangkota.org.

Strategi Matang Demi Jemaah Sehat dan Lansia

Lebih lanjut, seluruh jemaah telah tiba dengan selamat di Hotel Rose Almasheir di Wilayah Raudhah (Hotel nomor 402) sekitar pukul 09.30 waktu setempat. Pihak kloter pun menyusun strategi matang untuk pelaksanaan tawaf ifadah agar tidak menguras fisik jemaah secara berlebihan.

Bagi jemaah yang berada dalam kondisi sehat, keberangkatan menuju Masjidil Haram berlangsung pada Senin (1/6/2026) pagi sekitar pukul 06.00. Meskipun demikian, beberapa jemaah secara mandiri di bawah komando Ketua Rombongan (Karom) sudah ada yang mencuri start pada malam harinya.

Langkah ini diambil karena bus shalawat baru beroperasi kembali secara normal pada Minggu (31/5/2026) siang. Oleh karena itu, manajemen keberangkatan harus diatur seketat mungkin demi kenyamanan perjuangan jemaah haji Semarang.

“Pagi hari itu jemaah yang berangkat bersama rombongan kloter maupun KBIH tidak terlalu banyak. Sebab, sebagian sudah melaksanakan tawaf ifadah pada malam harinya,” tambah Nurbini.

Fasilitas Golf Car untuk Jemaah Risiko Tinggi

Sementara itu, petugas memberikan perhatian ekstra penuh kepada jemaah yang masuk kategori risiko tinggi (risti) atau membutuhkan kursi roda. Rombongan risti yang membawa 18 kursi roda ini mulai bersiap sejak Senin malam sekitar pukul 21.00.

Namun, tantangan sempat muncul karena armada bus baru tiba sekitar pukul 22.30 malam. Meskipun begitu, jemaah risti menerima pelayanan luar biasa saat tiba di Masjidil Haram. Pengelola ibadah langsung menaikkan seluruh jemaah lansia dan risti ke fasilitas golf car untuk menuntaskan tawaf ifadah.

Nurbini menyebut perjuangan jemaah haji Semarang malam itu sangat luar biasa dan menguras energi. Rombongan risti baru bisa kembali memasuki kamar hotel pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.00.

“Alhamdulillah, sampai saat ini semuanya sudah sukses melaksanakan tawaf ifadah. Hanya tersisa empat jemaah yang belum bisa beribadah karena masih mengalami masa haid,” pungkas Nurbini menutup laporan langsungnya dari tanah suci.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: