Tembus Pabrik Pemasok Adidas, ITESA Muhammadiyah Uji Kesiapan Kerja Mahasiswa Lewat Proyek Digital Mutakhir
Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Tuntutan industri manufaktur modern saat ini memaksa institusi pendidikan tinggi untuk terus melahirkan lulusan yang lincah dan adaptif. Langkah nyata untuk menjawab tantangan besar tersebut bergulir melalui penguatan sinergi strategis antara dunia kampus dan korporasi internasional. Institut Teknologi Statistika dan Bisnis (ITESA) Muhammadiyah Semarang baru saja melakukan pembuktian nyata di lapangan.
Pihak kampus menerjunkan tim khusus untuk meninjau langsung program Magang Mahasiswa Berdampak di PT Apparel One Indonesia (AOI). Agenda monitoring, evaluasi, sekaligus factory visit tersebut berlangsung di Kota Semarang pada Selasa (10/6/2026) kemarin. Momentum ini menjadi tolok ukur krusial untuk menguji kesiapan kerja mahasiswa di tengah ketatnya persaingan global.
Langkah taktis ini menyasar Divisi Internal Audit milik perusahaan garmen raksasa pemasok merek Adidas dan Puma tersebut. Selama dua bulan sejak April kemarin, para mahasiswa ITESA menggarap proyek inovasi berbasis teknologi informasi secara nyata. Alhasil, karya digital mereka mampu menyumbang solusi konkret bagi efisiensi operasional bisnis perusahaan mitra.
Mahasiswa RPL dan Aktuaria Unjuk Gigi di Divisi Audit Internal
Dua mahasiswa bertalenta menjadi bintang utama dalam program kolaborasi yang berjalan hingga akhir Juni 2026 ini. Mahasiswa Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak, Annisa Nur Cahyani, sukses mengembangkan perangkat lunak berupa dasbor digital audit. Sementara itu, Agung Ginanjar dari Prodi Sains Aktuaria berhasil merancang model analisis risiko berbasis data operasional pabrik.
Karya nyata tersebut langsung mendapat apresiasi tinggi dari Pembimbing Lapangan PT Apparel One Indonesia, Limpat A. Yudanto. Limpat memuji kedisiplinan dan integritas tinggi yang melekat kuat dalam kepribadian anak-anak muda tersebut. Pihak manajemen perusahaan menilai kemampuan olah data para mahasiswa mampu mendukung beban kerja industri dengan sangat baik.
“Mahasiswa ITESA sangat disiplin, memiliki integritas yang tinggi, dan bekerja dengan sangat baik. Dari sisi kompetensi, kemampuan pengolahan data mereka sangat baik. Baik hard skill maupun soft skill yang dimiliki juga sangat baik dan mampu mendukung pekerjaan di lingkungan industri,” ungkap Limpat A. Yudanto dengan nada bangga.
Bidik Transformasi Digital Manufaktur
Selanjutnya, atmosfer positif ini memicu rencana perluasan kerja sama yang jauh lebih mendalam di masa depan. HR Recruiter PT Apparel One Indonesia, Wuri Anjar Winanti, berharap ITESA dapat terus memasok talenta-talenta digital terbaik. Perusahaan saat ini membutuhkan pengembangan sistem manajemen pembelajaran (Learning Management System) baru khusus untuk penempatan divisi personalia.
Respons hangat juga datang dari Dosen Pembimbing Magang ITESA Muhammadiyah, Nurul Huda, M.Kom., saat mengamati proses produksi garmen ekspor. Nurul Huda memandang agenda kunjungan pabrik ini membuka perspektif baru mengenai kebutuhan riil manufaktur berskala internasional. Hasil observasi lapangan akan menjadi bahan riset terapan bagi dosen dan mahasiswa ke depan.
“Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja profesional, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di perkuliahan menjadi solusi yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut melalui berbagai program pengembangan teknologi,” jelas Nurul Huda secara optimis.
Kolaborasi epik ini sukses menegaskan komitmen ITESA Muhammadiyah dalam merancang kurikulum yang selaras dengan industri. Program magang berdampak terbukti mampu mendongkrak kesiapan kerja mahasiswa sebelum resmi menyandang gelar sarjana. Kemitraan strategis ini siap mengawal transformasi digital guna mendongkrak daya saing industri manufaktur nasional.