Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Sinergi Warga Muhammadiyah Boyong Solusi Pangan untuk Santri Mijen

14 Juni 2026, 21:54 WIB 4 menit baca
Empat orang pria berdiri bersama memegang spanduk Program Bibit Gratis dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kalipancur di depan tumpukan wadah berisi bibit tanaman hijau segar untuk ketahanan pangan mandiri di Ponpes Darul Karim Mijen Semarang.
Sinergi warga Muhammadiyah melalui penyerahan simbolis sedekah bibit tanaman produktif oleh pengurus PRM Kalipancur kepada pihak Pondok Pesantren Darul Karim Mijen, Semarang, guna mendukung program ketahanan pangan mandiri, Minggu (14/6/2026). (Foto: Dok. Istimewa)

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org Sinergi warga Muhammadiyah dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kalipancur Semarang resmi menyalurkan bantuan sedekah bibit tanaman produktif untuk Pondok Pesantren Darul Karim Mijen, pada Ahad (14/6/2026). Langkah nyata ini sengaja digerakkan bersama sebagai salah satu bentuk kepedulian sosial untuk membangun ketahanan pangan mandiri di tingkat panti asuhan. Wartawan warga PRM Kalipancur melaporkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan sosial ini berjalan dengan khidmat dan penuh kebersamaan sejak sore hari.

Aksi yang dipimpin langsung oleh Supadi selaku ketua PRM Kalipancur ini sekaligus menjadi solusi pangan murah yang mampu meringankan beban kebutuhan pokok harian bagi para santri tahfidz. Kehadiran tanaman pangan keluarga tersebut diharapkan dapat membantu mencukupi kebutuhan dapur panti di tengah fluktuasi harga pasar yang tidak menentu. Selain itu, pemanfaatan lahan kosong di sekitar pondok akan melatih kemandirian serta keterampilan bercocok tanam generasi muda secara berkelanjutan.

Silaturahmi Membawa Berkah di Tanah Mijen

Sinar matahari sore yang mulai meredup menyentuh hamparan tanah kosong di sekitar Pondok Pesantren Tahfidz Darul Karim, Ngadirego, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Suasana yang semula tenang seketika berubah hangat saat rombongan pengurus PRM Kalipancur melangkah masuk membawa puluhan bibit hijau segar. Pak Supadi bersama sang istri memimpin langsung aksi nyata ini untuk menyerahkan buah kedermawanan warga yang dikemas dalam bentuk sedekah bibit tanaman.

Langkah kaki mereka disambut senyum merekah dari pengurus yayasan dan para santri penghafal Al-Qur’an. Kunjungan silaturahmi pada pertengahan Juni ini bukan sekadar kunjungan formalitas biasa, melainkan wujud nyata kolaborasi antarkecamatan yang menginspirasi. Hijau daun-daun muda dari bibit tanaman yang dibawa rombongan seolah memberi warna baru dan harapan segar di atas lahan panti yang selama ini belum tergarap optimal.

Pihak panti asuhan langsung menyambut gembira uluran tangan yang menjadi solusi pangan murah bagi kebutuhan harian mereka. Kyai Huda selaku pimpinan pondok pesantren tidak dapat menyembunyikan rasa harunya saat menerima bantuan produktif tersebut. Ia menegaskan bahwa gerakan menanam ini akan melatih kemandirian para santri sekaligus mengoptimalkan ruang terbuka hijau di lingkungan pondok melalui sinergi warga Muhammadiyah.

Menyulap Lahan Tidur demi Santri Tahfidz

Kehadiran rombongan dari Kecamatan Ngaliyan ini membawa misi besar untuk menggairahkan kembali semangat menanam di kalangan generasi muda. Melalui sinergi warga Muhammadiyah, mereka bergerak bersama memanfaatkan lahan tidur di sekitar pondok untuk menunjang program ketahanan pangan mandiri. Oleh karena itu, para santri nantinya akan belajar secara langsung mengenai cara merawat tanaman pangan keluarga ini hingga masa panen tiba.

Suasana haru dan penuh rasa syukur membuncah ketika Kyai Huda Darul Karim menyampaikan langsung untaian doa serta apresiasinya kepada para donatur. “Alhamdulillah, terima kasih Pak Haji Supadi serta tim dari PRM Kalipancur yang pada sore hari ini telah mendistribusikan dari sedekah teman-teman yang ada di komunitas PRM Kalipancur di bawah pimpinan Muhammadiyah Kecamatan Ngaliyan Cabang Kota Semarang,” ungkap pimpinan pesantren tersebut dengan suara bergetar penuh ketulusan.

Bagi pengurus pesantren, bantuan ini memiliki dampak sosial dan spiritual yang sangat mendalam untuk keberlangsungan panti asuhan. Kemudian, Kyai Huda Darul Karim menambahkan, “Kami dari teman-teman Yayasan Darul Karim, Panti Sosial dan Ponpes Tahfidz Darul Karim, mengaturkan jazakumullah ahsanal jaza’, jaza’an katsiran mudha’afa, dari partisipasinya, support-nya, serta tadi kiriman cabenya tadi, semoga benar-benar menjadikan kemanfaatan, kemakmuran, kemaslahatan untuk anak-anak panti yang ada di Darul Karim ini, tentunya khususnya, umumnya untuk kemaslahatan umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Menanam Keterampilan Pangan Keluarga

Dari pihak PRM Kalipancur, perwakilan warga juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas sambutan hangat yang diberikan oleh keluarga besar pondok pesantren di Mijen ini. Mereka berharap program ini dapat meluas dan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola tanaman pangan keluarga secara mandiri. Langkah kecil ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan peduli pangan yang lebih masif di lingkungan masyarakat Semarang.

Oleh karena itu, kolaborasi ini tidak berhenti pada acara seremonial penyerahan bantuan bibit saja. Para pengurus panti dan PRM Kalipancur berkomitmen untuk terus memantau perkembangan pemanfaatan lahan tidur tersebut. “Akhir kata, kami dari teman-teman, semoga dari kebaikan-kebaikan PRM Kalipancur dibalas yang lebih baik, menjadi tambah pribadi yang bisa bermanfaat untuk umat Nabi,” tutur Kyai Huda saat menutup untaian doanya sore itu.

Refleksi Hijau dari Sudut Pesantren

Pertemuan sore itu menanamkan sebuah refleksi mendalam bahwa kemandirian umat sejati dimulai dari kepedulian akar rumput. Melalui ikhtiar silaturahmi membawa berkah ini, sebatang bibit yang tertanam di atas tanah Mijen bukan sekadar menjadi solusi pangan murah bagi panti asuhan, melainkan simbol keteguhan sinergi warga Muhammadiyah dalam menjaga bumi. Menghidupkan lahan tidur dengan sedekah bibit tanaman pada akhirnya mengajarkan para santri bahwa merawat pangan harian adalah bagian dari ibadah nyata untuk menjaga ketahanan pangan mandiri demi kemaslahatan masa depan umat.

Kontributor: PRM Kalipancur
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: