Wali Kota Semarang: Terima Kasih, Aisyiyah…
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org– Acara resepsi Milad Aisyiyah ke-109 Kota Semarang, Sabtu (20/6/2026) kemarin, rupanya tidak hanya menjadi perayaan usia sebuah organisasi. Di tengah gegap gempita acara yang berlangsung di Gedung Serba Guna Universitas Muhammadiyah Semarang, terselip sebuah pesan yang membuat ratusan kader Aisyiyah terdiam, bangga, sekaligus terharu.
Pesan itu datang dari orang nomor satu di Kota Semarang, Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M., yang dibacakan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Semarang, Dr. Elly Asmara, S.STP., M.M.
Ini bukan sekadar ucapan selamat biasa. Pesan ini memuat ungkapan kekaguman dan apresiasi. Semuanya lahir dari pengakuan tulus atas pengabdian panjang Aisyiyah bagi masyarakat.
Dakwah Kemanusiaan yang Menyentuh Hati
Di hadapan ratusan kader, Wali Kota Semarang secara jujur mengaku tersentuh oleh tema Milad Aisyiyah ke-109. Tema tersebut adalah “Memperkokoh dan Memperluas Dakwah Kemanusiaan Semesta Menuju Indonesia Berkeadilan.”
Baginya, dakwah kemanusiaan Aisyiyah bukan hanya tentang ceramah dan kata-kata. Ribuan tangan kader Aisyiyah setiap hari mendampingi masyarakat dan merawat keluarga. Mereka juga konsisten menjaga kesehatan ibu dan anak, serta menghadirkan pendidikan berkualitas.
Wali Kota Semarang menegaskan hal ini dengan indah. “Setiap ikhtiar untuk memuliakan sesama merupakan bagian dari pengabdian kepada Tuhan Sang Pencipta.”
Lebih dari satu abad, kata Wali Kota, Aisyiyah membuktikan diri sebagai gerakan perempuan Islam yang tangguh. Mereka tidak pernah lelah menebarkan manfaat. Pengabdian ini mengalir melalui pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.
Nyai Ahmad Dahlan mewariskan nilai-nilai luhur yang tidak pernah mati. Nilai-nilai itu terus hidup melalui berbagai karya nyata. Hingga hari ini, masyarakat lapisan bawah masih merasakan langsung manfaat tersebut, tulisnya.
Kolaborasi Perempuan dan Penanganan Stunting
Tak dapat menyembunyikan rasa bangganya, Wali Kota Semarang bahkan melihat adanya semangat yang sama antara gerakan perempuan di Kota Semarang dengan gerakan yang diperjuangkan Aisyiyah.
Ia mencontohkan keberadaan hampir 16 ribu kader Posyandu di Kota Semarang. Kaum ibu ini telah mengambil peran sebagai garda terdepan dalam mendampingi kesehatan masyarakat.
Para perempuan penggerak bank sampah juga menunjukkan dedikasi serupa. Program Semarang Wegah Nyampah ini mampu menciptakan perputaran ekonomi lebih dari dua miliar rupiah.
“Angka tersebut menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui para perempuan,” ungkapnya.
Melalui pesan tertulisnya, Wali Kota Semarang secara khusus merangkum apresiasi tersebut dalam sebuah ucapan terima kasih yang tulus.
“Karena itu kami berterima kasih atas upaya kolaborasi bersama Aisyiyah dan Muhammadiyah dalam bidang kesehatan, bidang pendidikan, bidang pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga hingga penanganan stunting dan berbagai persoalan sosial kemasyarakatan lainnya,” tegasnya.
Wali Kota juga memuji langkah konkret Aisyiyah dalam memberikan makanan tambahan bagi anak-anak berisiko stunting. Ia menilai ikhtiar ini sebagai investasi kemanusiaan yang sangat berharga. Tujuannya tak lain untuk menyiapkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Wali Kota kemudian menutup pesan cinta itu dengan doa yang sederhana. Doa ini sukses menggetarkan hati siapapun yang mendengarnya.
“Selamat Milad Aisyiyah ke-109. Semoga semangat dakwah kemanusiaan yang diwariskan Nyai Ahmad Dahlan terus hidup, memperluas manfaat, dan menghadirkan keberkahan bagi bangsa.”