Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Terjebak Toxic? Temukan Makna Hijrah di Era Modern Sekarang

28 Juni 2026, 09:42 WIB 3 menit baca
Ust HM Budi Hidayat sedang memegang mikrofon saat menyampaikan kajian tentang makna hijrah di era modern dan cara mengatasi overthinking menurut Islam.
Wakil Ketua LDK PWM Jateng, Ust HM Budi Hidayat, saat membedah konsep hijrah fikriyah sebagai solusi menjaga kesehatan mental di tengah lingkungan yang toxic (Foto Dok : Anas Hamzah).

NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Terjebak rutinitas padat dan lingkungan toxic seringkali menguras kewarasan kita setiap harinya. Oleh karena itu, menyelami makna hijrah di era modern bisa menjadi oase penyejuk jiwa di tengah kepenatan. Dalam kajian terbarunya, Ust HM Budi Hidayat membagikan cara mengatasi overthinking menurut Islam yang sangat praktis. Bahkan, ia meyakinkan jemaah bahwa hijrah fikriyah adalah langkah perdana untuk menyapu bersih racun dari dalam pikiran kita. 

Mengurai Racun dalam Pikiran

Pada hari Ahad (28/06/26), Para jemaah memenuhi Gedung Dakwah Pimpinn Cabang Muhammadiyah (PCM) di Ngaliyan. Mereka datang untuk mendengarkan kajian inspiratif dari Ust HM Budi Hidayat. Wakil Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhamamdiyah (PWM) Jateng ini membedah dimensi hijrah secara psikologis. Ia tidak membahas perjalanan fisik, melainkan perjalanan ke dalam untuk menyucikan jiwa. 

Selanjutnya, ia menyoroti fenomena stres yang rentan menyerang pekerja urban masa kini. Tekanan pekerjaan dan paparan informasi berlebih sering membuat pikiran menjadi sangat semrawut. Akibatnya, banyak orang mengalami kebuntuan dan rasa cemas setiap hari. Kondisi inilah yang membuat pemahaman tentang makna hijrah di era modern menjadi sangat penting.

Di tengah situasi pelik ini, Ust HM Budi Hidayat memberikan penjelasan yang sangat lugas. “Hijrah fikriyah yaitu membersihkan pikiran dari ideologi atau pemikiran yang merusak,” tegasnya di hadapan para jemaah. Langkah taktis ini otomatis menjadi fondasi awal cara mengatasi overthinking menurut Islam secara efektif. 

Memutus Rantai Kebiasaan Buruk

Selain menjernihkan pikiran, kita juga harus segera memperbaiki perilaku harian. Oleh sebab itu, sang pemateri mengupas tuntas pentingnya aspek hijrah khuluqiyah bagi masyarakat modern. Ia mendorong jemaah untuk berani mengambil keputusan tegas dalam hidup mereka. 

“Hijrah khuluqiyah berarti meninggalkan akhlak atau kebiasaan buruk,” ungkap tokoh dakwah tersebut secara mantap. Keputusan meninggalkan kebiasaan buruk ini pastinya akan menciptakan benteng mental yang kuat. Pada akhirnya, kita mampu menangkal energi negatif dari lingkungan sekitar secara optimal. 

Bahkan, perubahan kecil semacam ini membawa dampak besar bagi ketenangan batin kita. Kita tentu tidak perlu langsung mengubah seluruh aspek kehidupan secara drastis. Sebaliknya, perbaikan karakter sedikit demi sedikit justru menunjukkan hasil yang jauh lebih langgeng. Tentu saja, hal ini semakin memperkuat makna hijrah di era modern bagi generasi masa kini.

Meneladani Ketangguhan Masa Lalu

Lebih jauh lagi, sejarah masa lampau menyimpan rekam jejak ketangguhan umat yang luar biasa. Umat Islam awal pernah menghadapi boikot ekonomi dan sosial yang sangat berat di Mekkah. Bahkan, mereka sampai menderita kelaparan massal selama bertahun-tahun lamanya. 

“Mereka harus makan daun dan mengunyah kulit binatang akibat boikot tersebut,” jelasnya untuk mengingatkan jemaah. Meskipun menderita sedemikian rupa, umat terdahulu tetap berhasil menjaga kewarasan pikiran secara utuh. Kisah heroik ini jelas menyuguhkan perspektif segar tentang cara mengatasi overthinking menurut Islam. 

Jika umat terdahulu mampu bertahan, kita pasti sanggup menghadapi tekanan kerja saat ini. Singkatnya, kekuatan sejati selalu bermula dari kejernihan pikiran kita sendiri. Kesimpulannya, perjalanan terberat manusia modern bukanlah melintasi lautan lepas.

Sebaliknya, tantangan terbesar kita adalah menaklukkan ego dan kecemasan di dalam kepala. Karena itu, mari kita pastikan hijrah fikriyah adalah jalan ninja kita mulai detik ini. Mari kita terapkan makna hijrah di era modern untuk meraih kedamaian jiwa sepenuhnya.

Kontributor: MPI PCM Ngaliyan
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: