Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Sah! Kucing Muhammadiyah Kini Mengantongi Kartu Anggota Resmi

6 Juli 2026, 21:07 WIB 2 menit baca
Dua pria tersenyum memegang replika Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) KucingMu untuk kucing bernama Messi dan seekor anabul di depan spanduk Pemeriksaan Kucing Gratis PWM DIY.
Penyerahan simbolis Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) perdana khusus hewan peliharaan kepada anabul bernama Messi dalam peluncuran Komunitas KucingMu sekaligus acara Pemeriksaan Kucing Gratis di halaman Gedung Muhammadiyah DIY.

YOGYAKARTA, muhammadiyahsemarangkota.org Seekor anabul bernama Messi mencetak sejarah baru sebagai Kucing Muhammadiyah pertama yang mengantongi Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) resmi. Inovasi unik ini langsung memicu antusiasme pencinta hewan di Indonesia.

Dilansir dari muhammadiyah.or.id, peluncuran identitas khusus hewan peliharaan ini berlangsung meriah pada Ahad (5/7). Acara tersebut mengambil tempat di halaman Gedung Muhammadiyah DIY, Jalan Gedongkuning Nomor 130 B, Yogyakarta. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY memprakarsai kegiatan ini untuk memperluas jangkauan dakwah di ruang publik.

Lahirnya Komunitas KucingMu

Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM DIY meresmikan wadah baru bernama Komunitas Kucing Muhammadiyah (KucingMu). Komunitas ini merangkul para pencinta hewan sekaligus mendata warga persyarikatan yang memelihara anabul. Langkah strategis ini membuktikan bahwa dakwah mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Penyelenggara sangat optimis gerakan baru ini akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan satwa. “Kami berharap KucingMu dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi lahirnya komunitas-komunitas positif lainnya di lingkungan Muhammadiyah,” ujar Ketua LDK PWM DIY, Ananto Isworo.

Syarat Ketat dan Ancaman Zoonosis

Sebelum mendapat kartu anggota, puluhan kucing wajib melewati tahap pemeriksaan medis secara ketat. Panitia mencatat sebanyak 60 ekor anabul mengikuti skrining kesehatan gratis ini. Layanan medis tersebut mencakup pengecekan fisik umum, pemberian obat cacing, dan asupan suplemen.

Pemeriksaan massal ini merespons langsung peringatan Hari Zoonosis Sedunia. Ancaman nyata dari penyakit menular lintas spesies (dari hewan ke manusia) menjadi perhatian serius bagi tim kesehatan.

“Menjaga kesehatan kucing bukan sekadar bentuk kasih sayang terhadap hewan, tetapi juga menjadi langkah penting dalam mencegah penularan penyakit dari hewan kepada manusia atau zoonosis,” tegas Ketua Bidang Kesehatan DPD IMM DIY, Afghan Azka Falah.

Sinergi Lintas Kampus

Pelaksanaan program inovatif ini melibatkan sinergi perguruan tinggi secara nyata. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DIY menggandeng langsung tenaga medis dari UGM, UMY, dan UAD. Kolaborasi tersebut memastikan setiap hewan menerima penanganan medis terbaik dan profesional.

Wakil Ketua PWM DIY, Ridwan Furqoni, turut membawa kucing kesayangannya dalam acara tersebut. Ia sangat mengapresiasi pembentukan komunitas pencinta satwa ini karena sejalan dengan nilai kemanusiaan.

“Komunitas tersebut dapat menjadi sarana menumbuhkan kepedulian warga Muhammadiyah dan umat Islam terhadap seluruh makhluk ciptaan Allah,” jelas Ridwan.

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: