Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Jaga Estafet Kepemimpinan, Komisariat Tunggal Ini Siap Perkuat Fondasi Ideologi Aktivis Kampus

13 Juli 2026, 12:07 WIB 3 menit baca
Jajaran pengurus dan pimpinan PK IMM Al-Khawarizmi berfoto bersama setelah prosesi pelantikan pengurusan baru demi menjaga eksistensi kader muhammadiyah di lingkungan kampus. Puluhan mahasiswa dan mahasiswi mengenakan jas almamater merah marun berdiri berjejer di dalam aula berlantai putih yang megah.
Prosesi serah terima jabatan dan pelantikan Pimpinan Komisariat IMM Al-Khawarizmi periode 2026/2027 sebagai wujud nyata merawat eksistensi kader muhammadiyah agar tetap menyala subur di internal kampus Itesa.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Mengemban misi sebagai satu-satunya wadah pergerakan mahasiswa di internal kampus persyarikatan tentu menghadirkan kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar. Tanpa adanya kompetitor dari komisariat lain, sekelompok anak muda ini dituntut untuk kreatif dalam menghidupkan iklim perkaderan secara mandiri. Langkah nyata tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan jumlah bukan menjadi alasan untuk berhenti menabur benih kemaslahatan umat.

Pimpinan Komisariat (PK) IMM Al-Khawarizmi berhasil menunjukkan taji mereka lewat agenda pelantikan kepengurusan baru yang sangat khidmat. Acara reorganisasi ini berlangsung di PKBM Astabrata pada Ahad (12/7/2026) kemarin. Momentum sakral tersebut sekaligus menjadi penegasan nyata atas eksistensi kader muhammadiyah yang tetap menyala subur di lingkungan kampus Itesa.

Seluruh jajaran pengurus baru resmi menerima mandat untuk mengawal roda organisasi selama satu periode ke depan. Forum ini juga menandai babak baru bagi kader ikatan dalam memperluas jangkauan dakwah kultural mereka. Komitmen kolektif menjadi kunci utama mereka untuk terus konsisten memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan kampus.

Meneruskan Nilai Fondasi Ideologi

Ketua Umum PK IMM Al-Khawarizmi periode 2025/2026, Alif, memberikan orasi pembakar semangat yang sangat mendalam kepada para penerusnya. Pemimpin demisioner ini mengingatkan bahwa pergantian nakhoda organisasi bukan berarti membumihanguskan pencapaian lama dari titik nol. Segenap kader harus setia menjaga warisan nilai luhur berupa religiusitas, intelektualitas, dan humanitas sebagai arah kompas gerakan.

Pihak pimpinan meminta pengurus baru memegang teguh prinsip luhur Al-Muhāfaẓatu ‘alal Qiyām wa at-Taghyīr ilal Kamāl. Formula emas ini menuntut kader untuk merawat pondasi ideologi lama yang sudah terbukti baik. Sembari berjalan, mereka juga wajib melahirkan berbagai inovasi segar menuju kesempurnaan gerakan demi mencapai tujuan besar Muhammadiyah.

“Regenerasi dalam IMM bukan berarti memulai dari nol, melainkan melanjutkan nilai dan program yang telah terbukti baik, lalu menyempurnakannya agar semakin bermanfaat,” tegas Alif saat menyerahkan estafet kepemimpinan dengan penuh wibawa.

Amanah Kolektif Pengurus Baru

Tanggung jawab besar tersebut kini berpindah resmi ke pundak Arisa selaku Ketua Umum terpilih untuk periode 2026/2027. Pemimpin baru ini menyadari sepenuhnya bahwa menakhodai sebuah komisariat tunggal mendatangkan tantangan yang sangat kompleks. Oleh karena itu, narasumber langsung melayangkan ajakan terbuka untuk saling menguatkan barisan internal organisasi.

Pihak kepemimpinan menekankan bahwa kemajuan ikatan tidak boleh bertumpu pada kerja keras satu orang saja. Sinergi total dari seluruh elemen anggota menjadi syarat mutlak untuk membawa organisasi ini melompat lebih tinggi. Rasa ikhlas dan kesabaran tinggi akan menjadi modal utama mereka dalam menjawab setiap tantangan zaman.

“Saya menyadari amanah ini bukanlah hal yang ringan. Namun dengan dukungan dan kerja sama dari seluruh anggota, saya yakin kita bisa membawa organisasi ini ke arah yang lebih baik lagi. Kemajuan organisasi bukan tanggung jawab saya sendiri, melainkan tanggung jawab bersama,” ungkap Arisa penuh ketulusan.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: