Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Muktamar Nasyiatul Aisyiyah Resmi Bergulir, PP Muhammadiyah Ingatkan Budaya Musyawarah

7 Agustus 2026, 13:02 WIB • 2 menit baca
Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto memukul gong secara simbolis didampingi pimpinan Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah di atas panggung utama bernuansa ornamen kelopak bunga biru-kuning.
Detik-detik pemukulan gong secara simbolis oleh Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto menandai pembukaan resmi Muktamar Nasyiatul Aisyiyah ke-15 dan Tanwir III di Hotel Lor In Solo.

SURAKARTA, muhammadiyahsemarangkota.org – Gelaran Muktamar Nasyiatul Aisyiyah ke-15 dan Tanwir III resmi bergulir secara meriah di Hotel Lor In Solo sejak Kamis (6/8/2026). Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengapresiasi tinggi kedisiplinan organisasi perempuan muda ini dalam menjalankan regulasi persyarikatan.

Saat membuka perhelatan nasional yang masih berlangsung hingga hari ini, Ketua PP Muhammadiyah, Agung Danarto, mewanti-wanti seluruh kader agar menjaga integritas. Pihaknya meminta proses pemilihan pengurus tidak meniru perilaku politik praktis yang mengabaikan kebersamaan.

“Kualitas dan integritas kader menjadi hal yang utama. Silakan berkontestasi, tetapi junjung tinggi semangat ukhuwah islamiyah. Jangan seperti partai politik di mana yang menang menguasai, dan yang kalah tidak mendapat apa-apa,” ujar Agung Danarto menegaskan pesan persaudaraan pada Kamis (6/8/2026).

Makna Filosofis Tanwir dan Arah Pergerakan Organisasi

Penyelenggaraan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah kali ini membawa misi pencerahan yang mendalam bagi seluruh jajaran pengurus daerah. Oleh karena itu, PW Muhammadiyah Jawa Tengah menyambut hangat kehadiran ratusan utusan peserta dari seluruh Indonesia.

Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir, menjelaskan bahwa forum ini bukan sebatas rutinitas mekanis pimpinan semata. Menurutnya, permusyawaratan ini harus melahirkan keputusan strategis yang memberi dampak nyata bagi masyarakat luas.

“Tanwir ini tidak hanya untuk memilih pengurus, tetapi juga bermusyawarah untuk merumuskan hal-hal yang bermanfaat ke depan. Semoga pengurus yang terpilih kelak mampu membawa Nasyiatul Aisyiyah lebih maju lagi,” tutur Tafsir dalam sambutannya pada Kamis (6/8/2026).

Usung Visi Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban

Pada ajang puncak kepemimpinan ini, panitia mengusung tema “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan”. Gagasan besar ini menjadi komitmen arah gerakan kader Nasyiatul Aisyiyah dalam menjawab tantangan zaman.

Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari, menegaskan bahwa tema tersebut lahir dari rekam jejak aksi nyata organisasi. Selanjutnya, seluruh program kerja baru akan diselaraskan demi kemajuan umat dan bangsa.

“Tema tersebut mengangkat nilai-nilai perjuangan Nasyiatul Aisyiyah yang terus memberikan manfaat bagi umat,” tegas Ariati Dina Puspitasari saat memaparkan arah pergerakan pada Kamis (6/8/2026).

Rangkaian persidangan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah di Kota Solo ini siap melahirkan kepemimpinan baru yang solid. Langkah progresif ini sekaligus menegaskan peran strategis perempuan muda Muhammadiyah dalam mengawal peradaban bangsa.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: