Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Dihadiri 10 Ribu Anggota! AM Jumai dan Deretan Tokoh Raih Gelar Pendekar Kehormatan Tapak Suci

9 Agustus 2026, 10:59 WIB • 3 menit baca
Deretan tokoh penerima gelar Pendekar Kehormatan Tapak Suci mengenakan seragam merah hitam beserta sabuk pendekar berdiri rapi memeragakan salam hormat Tapak Suci di atas matras hijau.
Sikap hormat penuh wibawa dari deretan penerima gelar Pendekar Kehormatan Tapak Suci—termasuk Dr. H. KRAT. AM Jumai, S.E., M.M.—saat memeragakan salam khas Tapak Suci dalam perhelatan Muktamar XVI di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Lautan manusia memadati Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang saat pembukaan Muktamar Tapak Suci Putera Muhammadiyah bergulir meriah pada Sabtu (8/8/2026). Lebih dari 10.000 pimpinan, dewan pendekar, hingga peserta dari mancanegara berkumpul menggetarkan pusat Kota Semarang.

Momen bersejarah ini makin sakral lewat penganugerahan Pendekar Kehormatan Tapak Suci kepada sejumlah tokoh nasional, pimpinan persyarikatan, dan akademisi senior. Tokoh dakwah Jawa Tengah sekaligus Wakil Dekan FEHB UNIMUS, Dr. H. KRAT. AM Jumai, S.E., M.M., resmi menyandang gelar kehormatan Tingkat Melati 1.

Penghargaan bergengsi tersebut menjadi pilar penghormatan atas dedikasi tanpa henti para pimpinan dalam memajukan dakwah dan pendidikan karakter bangsa. Selain AM Jumai, penghargaan serupa dianugerahkan kepada Ketua PP Muhammadiyah dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes., Ketua PWM Jateng Dr. H. Tafsir, M.Ag., hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Usai menerima penyematan sabuk kehormatan tersebut, AM Jumai menegaskan bahwa penganugerahan ini membawa tanggung jawab moral yang besar. “Tapak Suci bukan hanya tentang kemampuan bela diri. Di dalamnya terdapat pendidikan karakter, kedisiplinan, keberanian, persaudaraan, akhlak, dan semangat membela kebenaran. Pendekar sejati harus mampu menjaga kehormatan diri, agama, organisasi, bangsa, dan masyarakat,” tegas AM Jumai dalam keterangannya pada Sabtu (8/8/2026).

Silat Jadi Gerakan dan Akhlak Jadi Jiwa Perjuangan

Prosesi penganugerahan Pendekar Kehormatan Tapak Suci ini membawa pesan mendalam bagi pembentukan mentalitas generasi muda Indonesia. Pasalnya, seni bela diri tradisional ini mengintegrasikan olah fisik dengan pemantapan akidah dan spiritualitas.

AM Jumai menilai bahwa organisasi pencak silat ini menyimpan potensi raksasa dalam melatih kepemimpinan anak muda. Oleh karena itu, dakwah kebangsaan harus terus berjalan beriringan dengan pembinaan akhlak mulia di gelanggang.

“Silat menjadi gerakannya, akhlak menjadi jiwa pergerakannya, dakwah menjadi jalannya, dan Indonesia menjadi medan pengabdiannya,” ungkap AM Jumai dalam keterangannya pada Sabtu (8/8/2026).

Pesan membara tersebut membakar semangat ribuan pendekar yang hadir memenuhi kawasan Simpang Lima. Kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Abdul Mu’ti bersama Prof. Muhadjir Effendy makin menegaskan posisi strategis perhelatan akbar ini.

Dukungan Penuh UNIMUS Mengawal Muktamar Nasional

Keberhasilan perhelatan akbar tingkat nasional ini tidak terlepas dari komitmen penuh kampus-kampus Muhammadiyah di Jawa Tengah. Rektor UNIMUS, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., secara khusus menginstruksikan jajarannya untuk memberikan pengawalan maksimal.

Selanjutnya, Prof. Dr. Budi Santosa memimpin panitia internal kampus guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan muktamar berjalan sukses. Keterlibatan aktif ini membuktikan soliditas antar-Amal Usaha Muhammadiyah dalam mendukung pengembangan olahraga dan dakwah.

Muktamar di Kota Semarang ini sukses mengukir sejarah baru bagi perjalanan konsolidasi organisasi pencak silat dunia. Kota Atlas menjadi saksi nyata bagaimana prestasi olahraga sanggup menyatu harmonis dengan nilai-nilai kebangsaan.

Pada akhirnya, penganugerahan Pendekar Kehormatan Tapak Suci ini menjadi simbol kebangkitan kaderisasi kader muda yang berakhlak. Gelora persaudaraan dari Simpang Lima siap membawa syiar Islam berkemajuan mendunia.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: