Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Cukup 1 Klik di Aplikasi MASA, Cara Cepat Bantu Gempa Flores

25 Agustus 2026, 15:08 WIB • 2 menit baca
Banner kampanye digital donasi gempa Flores dari Aplikasi MASA, Lazismu, dan MDMC yang menampilkan reruntuhan bangunan hitam putih.
Poster kampanye donasi digital "MASAnya Berdonasi untuk Pemulihan Flores" yang memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan secara cepat dan transparan.

YOGYAKARTA, muhammadiyahsemarangkota.org – Ratusan ribu korban selamat di tenda darurat kini membutuhkan uluran tangan instan. Meruntuhkan hambatan jarak, publik bisa memanfaatkan Aplikasi MASA sebagai cara cepat bantu gempa Flores lewat layar ponsel.

Merespons tragedi kemanusiaan tersebut, dilansir dari muhammadiyah.or.id, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengambil langkah taktis. Mereka mengerahkan Aplikasi MASA untuk mempermudah aksi kepedulian masyarakat luas. Kini, publik cukup menekan layar gawai untuk mengirimkan infak digital bencana. Tentu saja, cara ini jauh lebih praktis daripada mencari posko fisik.

Lebih lanjut, kemudahan akses ini meluncur menyusul terbitnya Edaran PP Muhammadiyah Nomor 18/EDR/I.0/H/2026. Edaran tersebut menginstruksikan pergerakan dana kemanusiaan secara serentak.

Langkah cepat ini menyasar korban gempa bermagnitudo 7,7. Guncangan hebat tersebut menghancurkan wilayah Manggarai hingga Sikka.

Berdasarkan laporan terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tragedi ini menimbulkan dampak sangat masif. Tercatat sebanyak 100 orang meninggal dunia dan 1.603 orang mengalami luka-luka.

Kerusakan infrastruktur yang parah turut melumpuhkan tempat tinggal penduduk setempat. Akibatnya, bencana mengerikan itu memaksa 180.327 jiwa bertahan di posko pengungsian darurat.

Teknologi Pangkas Hambatan Kemanusiaan

Dalam praktiknya, pengembangan sistem donasi pintar ini melibatkan tim ahli dari LabMu. Mereka bertugas menjaga stabilitas server selama transaksi amal melonjak tajam. Sebab, masa darurat membutuhkan infrastruktur mumpuni tanpa kendala teknis.

Hasilnya, kehadiran platform digital ini langsung menjawab tantangan logistik lapangan. Bahkan, masyarakat bisa menyalurkan uang kapan saja dari mana saja. Anda tidak harus mendatangi masjid atau lembaga penyalur lagi.

“Dalam situasi bencana, teknologi seharusnya membuat orang lebih mudah membantu, bukan menambah hambatan,” ujar Direktur Utama LabMu, Asad Fatchul’ilmi.

Transparansi Distribusi Bantuan

Selain menawarkan kecepatan, sistem ini menjamin keamanan uang masyarakat. Aplikasi mendelegasikan penuh pengelolaan dana kepada lembaga amil tepercaya. Dengan demikian, uang para donatur tidak mengendap di dompet digital pengembang aplikasi.

Mekanisme ketat tersebut berhasil menghapus kekhawatiran publik tentang penyelewengan donasi. Selanjutnya, lembaga filantropi bertugas mengawasi alur distribusi secara akurat. Kemudian, para relawan menyerahkan langsung logistik tersebut kepada penyintas di Flores.
“Setiap donasi yang masuk adalah amanah.

Kami memastikan dana yang terkumpul dikelola secara transparan dan disalurkan secara tepat sasaran melalui jaringan kemanusiaan Muhammadiyah kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Direktur Utama Lazismu Pusat, Barry Adhitya.

Pada akhirnya, sinergi apik antara teknologi dan filantropi ini mencerminkan komitmen kuat persyarikatan. Oleh karena itu, solidaritas berbasis digital ini siap meringankan beban hidup para penyintas.

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: