Perjuangan Berbuah Manis, Tapak Suci Semarang Sabet Juara Umum di Lawang Sewu Cup
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Keringat dan air mata anak-anak muda ini akhirnya berbuah manis. Berkat latihan keras tanpa henti, kontingen Tapak Suci Semarang sukses mencetak prestasi pencak silat gemilang. Mereka berhasil menyabet gelar Juara ke tiga Silat pada ajang bergengsi Lawang Sewu Cup 2026.
Panen Medali di GOR USM
Perjuangan membanggakan ini mencapai puncaknya pada hari Ahad (30/8/2026) sore. Ratusan pesilat dari berbagai daerah berkumpul di GOR Universitas Semarang (USM) sejak Jumat (28/8/2026). Di arena kompetisi tersebut, para pendekar cilik memeras keringat menghadapi rentetan lawan tangguh.
Rasa lelah seketika memudar saat panitia mengumumkan perolehan akhir medali. Kontingen asal ibu kota Jawa Tengah ini memborong total 69 medali. Capaian luar biasa tersebut terdiri dari 24 medali emas, 33 perak, dan 12 perunggu. Tangis haru pun langsung mewarnai kubu Pimda 62 seusai pengumuman.
Raihan fantastis ini mengunci posisi mereka sebagai Juara Umum 3 Usia Dini dan Pra-Remaja. Akumulasi perolehan emas itu juga menetapkan mereka sebagai Juara Umum 3 keseluruhan. Menyempurnakan kebahagiaan tim, pesilat muda bernama Qois sukses merengkuh predikat Pesilat Terbaik Putra Pra-Remaja.
Kado Ulang Tahun Terindah
Di balik kilau puluhan medali itu, seluruh anggota tim menyimpan sebuah makna emosional. Prestasi membanggakan ini nyatanya menjadi misi khusus anak-anak belia tersebut. Mereka mendedikasikan seluruh kemenangan ini sebagai kado ulang tahun terindah.
Gelar juara luar biasa ini bertepatan dengan momen perayaan Milad perguruan. Merespons dedikasi tersebut, Koordinator Official Pimda 62, Komarudin, S.Kom, menatap haru deretan anak didiknya. Ia merasa bangga karena persiapan panjang tim terbukti berada di jalur yang tepat.
“Hasil yang kita raih hari ini adalah buah dari kedisiplinan dan kerja keras anak-anak,” ujar Komarudin. Ia sangat mengapresiasi sinergi luar biasa dari seluruh tim official selama masa pelatihan. “Kemenangan ini milik bersama dan jadi pelecut semangat untuk kejuaraan berikutnya,” tambahnya kemudian.
Keberhasilan bersejarah ini juga melengkapi penghargaan Official Terfavorit yang ia raih. Menyelami momen penting perguruan, Komarudin menyinggung makna lain dari deretan piala tersebut. “Bagi Pimda 62, hasil ini menjadi hadiah ulang tahun di milad yang baru berlangsung,” tegasnya.
Lebih Dari Sekadar Mengejar Piala
Melangkah lebih jauh, perguruan bela diri ini tidak sekadar berfokus pada kejayaan papan skor. Gemblengan fisik harian sejatinya mengemban tujuan masa depan yang jauh lebih luhur. Perwakilan Pendekar, Mustam Efendi, S.Pd., P.Ma., menyoroti nilai fundamental di balik euforia kemenangan tersebut.
Ia melihat ajang kompetitif ini sebagai kawah candradimuka bagi pembentukan mental generasi muda. “Bagi Tapak Suci, kejuaraan bukan sekadar tentang mengejar piala,” terang Mustam memaparkan visinya. Menurutnya, arena pertandingan justru berfungsi sebagai wadah pembentukan karakter dan mental yang berakhlak mulia.
Pada akhirnya, rentetan gelar juara ini menjadi bukti sahih keberhasilan pembinaan berkesinambungan. Di tengah era modern yang serba instan, nilai luhur budi pekerti akan terus lestari. Pengorbanan mereka di atas matras berhasil mencetak pahlawan-pahlawan sejati yang siap mengharumkan nama daerah.