Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Bikin Bangga! Puluhan Mahasiswa Asing Unimus Rela Lintas Benua Demi Kuliah di Semarang

7 September 2026, 16:48 WIB • 3 menit baca
ektor UNIMUS Prof. Masrukhi menyematkan jas almamater biru kepada perwakilan mahasiswa baru di hadapan ribuan peserta Masa Ta'aruf, mencerminkan lingkungan inklusif bagi mahasiswa asing UNIMUS.
Rektor UNIMUS, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., menyematkan jas almamater secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa baru dalam rangkaian Masa Ta’aruf (Masta) di kampus UNIMUS, Semarang, Senin (7/9/2026). Acara penyambutan ini turut dihadiri 4.757 mahasiswa baru, termasuk 25 mahasiswa asing dari 12 negara.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Pesona pendidikan di Kota Semarang sukses memikat puluhan anak muda dari pelbagai belahan dunia. Sebanyak 25 mahasiswa asing Unimus rela menempuh perjalanan lintas benua demi mengejar cita-cita. Mereka sengaja datang untuk mencari ekosistem kampus yang menjamin keamanan dan kebebasan dari perundungan.

Kehadiran mahasiswa internasional ini mewarnai rangkaian Masa Ta’aruf (Masta) di Universitas Muhammadiyah Semarang. Acara penyambutan tersebut berlangsung meriah di halaman utama kampus wilayah Semarang pada Senin, 7 September 2026. Ribuan mahasiswa baru tampak sangat antusias mengikuti setiap sesi orientasi.

Daya Tarik Mahasiswa Internasional Semarang

Keberagaman latar belakang langsung terasa saat kita memandang lautan peserta didik baru tersebut. Para pemuda dari Pakistan, Tanzania, Ghana, Timor-Leste, hingga Thailand berdiri bangga sejajar dengan mahasiswa lokal. Interaksi hangat ini otomatis menciptakan pertukaran budaya kampus yang begitu dinamis.

Banyak pihak tentu penasaran dengan alasan kuliah di Semarang, khususnya di institusi pendidikan ini. Rektor Unimus, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., menyebut kunci utamanya terletak pada komitmen penyediaan ruang inklusif. Ia memastikan setiap individu pasti mendapat perlakuan setara sejak hari pertama kelas berjalan.

“Unimus ingin menjadi kampus yang nyaman, menyenangkan, memajukan, memuliakan, dan menggembirakan bagi semua. Tidak ada bullying, diskriminasi, maupun kekerasan,” tegas Masrukhi di hadapan ribuan mahasiswa baru.

Melampaui Target Penerimaan

Jaminan keamanan tanpa diskriminasi ini tentu tidak sekadar menjadi janji manis belaka. Pihak kampus langsung membuktikan komitmen tersebut dengan menyiapkan relawan khusus bagi mahasiswa difabel. Langkah konkret semacam ini terbukti berhasil mendongkrak kepercayaan publik secara signifikan.

Kepercayaan masyarakat yang meroket terlihat jelas dari lonjakan angka pendaftar saat ini. Sebanyak 4.757 mahasiswa baru resmi bergabung untuk menempuh pendidikan dari jenjang diploma hingga spesialis. Jumlah mahasiswa yang sangat masif ini ternyata sukses memecahkan target penerimaan sebelumnya.

“Artinya kepercayaan masyarakat kepada Unimus semakin baik. Perolehan mahasiswa baru tahun ini bahkan sudah melampaui target yang ditetapkan,” kata Masrukhi dengan nada penuh kebanggaan.

Komitmen Kualitas dan Kesempatan Terbuka

Minat pendaftar yang terus meroket tajam ini selalu sejalan dengan komitmen pengembangan kualitas akademik. Saat ini pengelola kampus terus meracik pembaruan kurikulum agar selalu relevan dengan kebutuhan industri. Kampus juga secara aktif mendorong para mahasiswa untuk terus mengasah pola pikir kritis.

Bagi calon mahasiswa yang belum sempat mendaftar, jendela kesempatan belajar ini belum sepenuhnya tertutup. Pihak panitia masih melayani pendaftaran mahasiswa baru hingga pertengahan bulan ini. Calon pendaftar bisa segera memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk merajut masa depan.

“Saat ini Unimus memiliki 48 program studi dengan dukungan dosen profesional. Masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi masih memiliki kesempatan untuk mendaftar hingga 15 September 2026,” ucap Rektor.

Pada akhirnya, kehadiran mahasiswa asing Unimus membuktikan bahwa kualitas pendidikan sukses melampaui batas geografis. Para mahasiswa internasional Semarang kini siap berkolaborasi erat dan belajar bersama pemuda lokal. Harapannya, generasi baru ini kelak tumbuh menjadi sosok tangguh yang selalu menghargai perbedaan.

Kontributor: Humas Unimus
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: