Mengabdi Belasan Tahun Tanpa Pamrih, 21 Marbot Masjid dan Guru TK Dapat Apresiasi Khusus Lazismu Semarang
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Puluhan tahun mereka bekerja dalam sunyi menyapu lantai masjid sebelum fajar dan menuntun jemari anak-anak melafalkan huruf hijaiyah. Tanpa pernah meminta sorotan, pengabdian panjang para marbot dan guru TK ini akhirnya mendapat pelukan hangat dari masyarakat.
Melalui program “Belanja Bersama Marbot dan Guru”, Lazismu Kota Semarang merangkul 18 marbot masjid dan tiga guru TK di Pands Muslim Departemen Store, Rabu (9/9/2026). Mereka yang terpilih merupakan para pejuang akar rumput yang telah setia mengabdi lebih dari 15 tahun.
Ketua PDM Kota Semarang, Dr. KH. Fahrur Rozi, M.Ag., membuka langsung agenda kemanusiaan penuh kehangatan ini. Pihaknya menegaskan komitmen persyarikatan untuk menyalurkan amanah donatur secara tepat sasaran kepada pejuang akar rumput.
“Perhatian masyarakat melalui Lazismu untuk para marbot dan guru-guru ini mudah-mudahan mendorong para muzakki lainnya. Insya Allah, Lazismu kita kawal untuk terus amanah,” ujar Fahrur Rozi di sela-sela kegiatan.
Buah Keringat Pengabdian 15 Tahun yang Merobek Haru
Di balik kebersihan tempat sujud dan kehangatan ruang kelas TK, para marbot serta guru honorer kerap bekerja tanpa sorotan. Pengorbanan panjang mereka menjadi alasan utama Lazismu Kota Semarang menghadirkan oase penghargaan yang memuliakan.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Semarang, Agus Alwi Mashuri, S.Sos., M.Kom., menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para donatur. Pihaknya merasa bersyukur dapat menjadi perantara kebaikan bagi sosok-sosok tangguh tersebut.
“Ini memberikan kesempatan kepada kami untuk berbagi kebaikan kepada sesama, khususnya bagi para marbot dan guru yang telah mengabdi belasan tahun,” kata Agus.
Store Manager Pands Muslim Departemen Store, Sri Rezeki, turut menyambut hangat kolaborasi filantropi ini. Pihaknya berharap sinergi kebaikan ini terus mengalir dan membawa keberkahan luas bagi masyarakat perkotaan.
Senyum Syukur Penjaga Moral dan Bukti Transparansi Umat
Bagi para penerima manfaat, ajakan belanja bersama ini membawa kebahagiaan yang sulit terlukiskan dengan kata-kata. Momen ini menjadi wujud pengakuan atas kerja keras mereka yang selama ini tersembunyi dari keramaian.
Rasa syukur meluap dari salah satu guru TK ABA 36, Nanik Firnawati, saat memilih kebutuhan pribadinya. Pihaknya terharu dan mendoakan keberkahan berlimpah bagi seluruh donatur yang telah peduli.
“Saya pribadi banyak berterima kasih kepada donatur melalui Lazismu Kota Semarang. Semoga ke depannya akan lebih banyak lagi yang mendapat manfaat,” tutur Nanik penuh haru.
Aksi nyata ini membuktikan bahwa dana zakat dan infak mampu menghadirkan kebahagiaan konkret. Dari lantai ritel busana ini, Lazismu Kota Semarang sukses merajut kembali tali kepedulian dan memuliakan para pahlawan pendidikan agama.