Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Resep Sehat Jiwa Dari Unimus: Mengapa Kesehatan Mental Remaja Berawal dari Orang Tua?

17 Oktober 2026, 12:45 WIB • 3 menit baca
Dosen Keperawatan Jiwa Unimus memberikan edukasi kesehatan mental remaja dan perkembangan psikososial di SMPN 39 Semarang.
Dosen Departemen Keperawatan Jiwa Unimus menyampaikan materi mengenai perkembangan psikososial dan kesehatan mental remaja di hadapan wali murid serta guru SMP Negeri 39 Semarang, Jumat (16/10/2026).

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Menjaga kesehatan mental remaja kini tak lagi cukup dengan hanya mengawasi perilaku anak di sekolah. Pakar keperawatan jiwa menegaskan bahwa fondasi ketahanan psikologis anak justru berakar dari kestabilan emosi orang tua di rumah. Oleh karena itu, edukasi regulasi emosi menjadi kunci penting dalam membangun lingkungan keluarga yang sehat.

Berangkat dari urgensi tersebut, Departemen Keperawatan Jiwa Unimus menggelar edukasi pengabdian masyarakat di SMP Negeri 39 Semarang pada Jumat (16/10/2026). Acara ini dihadiri oleh 135 wali murid dan 10 guru yang tampak antusias mengikuti tiap sesi. Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai cara mengontrol emosi orang tua sekaligus teknik praktis untuk merawat kesehatan jiwa keluarga.

Mengenali Perkembangan Jiwa Anak dan Remaja

Dalam pemaparan materi pertama, Dr. Ns. Desi Ariyana, M.Kep., Sp.Kep.Ji menjelaskan tahapan perkembangan psikososial manusia dari masa bayi hingga remaja. Pemahaman ini sangat krusial agar orang tua tidak salah dalam merespons perubahan emosi anak.

“Penting bagi kita untuk memahami kebutuhan perkembangan psikologis anak serta menghadirkan dukungan lingkungan yang sehat dalam setiap tahapan pertumbuhan mereka,” ujar Desi di hadapan puluhan wali murid.

Selanjutnya, ia menambahkan bahwa pendampingan yang tepat akan meminimalisasi risiko gangguan psikologis pada anak. Sinergi antara rumah dan sekolah pun menjadi benteng utama dalam menjaga kesehatan mental remaja.

Praktik Teknik Butterfly Hug dan Regulasi Emosi

Sementara itu, Ns. Nurhalimah, M.Kep., Sp.Kep.J menyampaikan materi teknis mengenai pentingnya penguasaan diri saat berinteraksi dengan anak. Ia mengajak orang tua untuk membiasakan diri bersikap tenang sebelum mengambil tindakan.

“Merawat keluarga agar tetap sehat jiwa dimulai dari kemampuan kita mengelola emosi dan menerapkan komunikasi asertif anak dan orang tua,” tegas Nurhalimah saat memandu sesi tersebut.

Tak berhenti pada teori, para peserta kemudian diajak mempraktikkan relaksasi pernapasan dalam, teknik butterfly hug, dan afirmasi positif secara langsung. Suasana aula seketika hening dan khusyuk saat para orang tua memejamkan mata sambil menepuk bahu mereka secara perlahan.

Sinergi Sekolah dan Orang Tua untuk Jiwa Anak

Pihak sekolah menyambut positif dan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif edukasi dari Unimus ini. Wakil Kepala SMP Negeri 39 Semarang menilai bahwa materi yang disajikan sangat relevan dengan kebutuhan pola pengasuhan masa kini.

“Edukasi kesehatan mental bagi keluarga ini sangat relevan dengan kebutuhan kami di lapangan, sebab persoalan psikologis siswa memang perlu dipahami dengan memperhatikan dinamika di dalam keluarga,” ungkap Wakil Kepala SMP Negeri 39 Semarang.

Melalui sinergi ini, para orang tua diharapkan mampu menerapkan keterampilan regulasi emosi secara konsisten di rumah. Dengan demikian, hubungan yang harmonis dan saling menghargai antara orang tua dan anak dapat terwujud secara berkelanjutan.

Kontributor: Prima Trisna Aji
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: